Asisten II, Buka Youth Camp GPSDI Wilayah II  Malteng-SBB, di Masohi

MASOHI.globalMaluku.com,-Mewakili Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua,  Asisten II Setda Maluku Tengah, Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Bahrum Kalauw secara resmi membuka kegiatan Pembukaan Perkemahan (Youth Camp) Gereja Pantekosta Serikat di Indonesia, wilayah II Maluku Tengah-Seram Bagian Barat (SBB).

Kegiatan ini digelar di kawasan Amahai II Negeri Haruru, Amahai, Maluku Tengah, Senin 8 juli 2019 kemarin.

kegiatan yang dihadiri sejumlah pejabat TNI PORI Malteng dan sejumlah tokoh agama di kabupaten tersebut, ditandai dengan Pemukulan tifa oleh Asisten II Seta Malteng Bahrum Kalauw, yang didampingi  ketua wilayah GPSDI Maluku Tengah-SBB, Pimpinan Jemaat GPSDI Jemaat “Yesus Penyelamat” , dan sejumlah tokoh agama di kabupaten tersebut.

Dalam sambutannya yang dibacakan asisten II setda maluku tengah, bidang ekonomi dan pembangunan, Bahrum Kalauw menyatakan, kegitan itu merupakan wujud kepedulian, tanggungjawab, komitmen dan kontribusi pemuda dan remaja gereja pantekosta serikat di indonesia, dalam membina dan menunjang eksistensi dan kulalitas pemuda gereja, agar memiliki motivasi , kreatifitas, paradigma, dedikasi dan rasa tanggungjawab dalam tugas pelayanannya kepada gereja, masyarakat, daerah, bangsa dan negara.

GlobalMaluku.com-Foto By : Humas Malteng
Foto By: Humas Malteng

“Setiap individu yang lahir dan dalam masa pertumbuhannya, terutama saat berada di bangku sekolah, perlu senantiasa dibimbing dan dibekali dengan pengetahuna agama, moral dan budi pekerti, serta ilmu pengetahuan yang lebih memadai agar selalu siap menghadapi berbagai tantangan dan godaan duniawi,”katanya.

Bagi bupati kata dia, kegiatan tersebut merupakan upaya cerdas dalam mendorong para pemuda gereja maupun unsur terkait agar lebih peka, peduli dan pro-aktif serta memiliki karakter integritas , motivasi, tanggungjawab serta kreatifitas dan dedikasi dalam menjalankan tugas selaku elajar.

Bupati berharap, meelalui kegiatan tersebut juga, para peserta mampu mengembangkan paradigma  menjadi satu model ideal  dalam membentuk mental spritual, wawasan dan integritas diri. Serta mampu merajut sistem yang kuat untuk membentuk pemuda gereja sebagai generasi emasbangsa dan daerah di masa mendatang.

“ saya berharap para peserta Youth Camp, kiranya mampu memanfaatkan kesempatan yang amat berharga ini, untuk belajar, berlatih dan mempersiapkan diri sebagai generasi muda kristen yang beriman , berdedikasi bermartabat, bermoral, berbudi pekerti dan militan dalam menghadapi globalisasi yang fenomenal saat ini,”harapnya.(GM-02).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: