Asisten Deputi Wilayah Bidang TI : Suarni “Desa Sadar Amahai Diharapkan Menjadi Negeri Percontohan

GLOBALMALUKU.COM,MASOHI |Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Masohi dan Kepulauan Seram me-launching Negeri Amahai, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Acara tersebut berlangsung semarak di depan Baileo Lounusa Maatita Negeri Amahai , Senin (11/11/2019).

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Masohi dan Kepulauan Seram, Zippora Lilian Wallyd saat menyampaikan laporan panitia.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Masohi dan Kepulauan Seram, Zippora Lilian Wallyd dalam laporan panitianya, menyampaikan dasar pelaksanaan Program Kerja Deputi Direktur Bidang Perluasan Kepesertaan tahun 2019 untuk mendukung tema keunggulan operasional dan manfaat optimal melalui sistim yang terintegritas untuk mendukung perluasan kepesertaan. Dimana tujuan dan kegiatan ini adalah sebagai berikut :

a.) Agar masyarakat desa lebih mengenal program BPJS Ketenagakerjaan sehingga dapat menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya jaminan sosial.

b). Seluruh perangkat desa, bumdes, pendamping desa, serta pelaku ekonomi dilingkungan desa menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

c). Perangkat desa menjadi ambassador BPJS Ketenagakerjaan dalam hal penyebaran informasih jaminan ketenagakerjaan kepada masyarakat sekitar.

Acara tersebut semakin semarak dengan diikuti olah angkatan kerja di sektor Non Formal (Bukan Penerima Upah/BPU), dan Formal, pelaku UKM dan BUMNeg Amahai  yang menampilkan berbagai potensi desa. Mulai dari Koperasi, Perhotelan Jasa Konstruksi,serta Buruh Pelabuhan Amahai, bahkan Petani, Nelayan, Tukang Ojek, Sopir dan lain-lain.

Diputi Direktur Wilayah Sulawesi Maluku dalam sambutannya yang diwakili oleh Asisiten Deputi Wilayah Bidang TI, Suarni mengatakan sesuai amanah UU No. 40 Tahun 2004tentang sistim Jaminan Sosial Nasional dan UU No. 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, maka kami juga memberikan apresiasi terhadap payung hukum yang sudah diterbitkan dalam bentuk peraturan Bupati Maluku Tengah No.8 Tahun 2014 Tentang pelaksanaan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan dalam pemberian pelayanan perizinan oleh pemerintah Kabupaten Maluku Tengah.

Asisten Deputi Wilayah Bidang Teknologi Informasi, Suarni.

Sesuai Program kerja Deputi Direktur Bidang Perluasan Kepesertaan Tahun 2019 dengan tema keunggulan operasional dan manfaat optimal melalui system yang terintegrasi untuk mendukung perluasan kepesertaan. Salahsatunya pendekatan jaringan sosial sehingga dapat menimbulkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan, terhadap resiko kerja, hari tua maupun meninggal dunia, dapat bersama-sama kita wujudkan dalam bentuk Negeri Amahai sebagai Negeri Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Suarni berharap,”dukungan dari seluruh perangkat Negeri, Bumneg, pendamping desa,  serta pelaku ekonomi dilingkungan Negeri Amahai, untuk bersama-sama menjadi peserta dan juga dapat berperan sebagai brand ambassador BPJS Ketenagakerjaan, dalam hal penyebaran informasih jaminan sosial ketenagakerjaan kepada masyarakat sekitar. Saya yakin Negeri Amahai ini akan menjadi Negeri percontohan bagi negeri-negeri disekitar,”harapnya.

Wakil Bupati : Marlatu Leleury “Dari Pada Beli Sopi, Lebih Baik Sisipkan Uang Sebagai Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Wakil Bupati Maluku Tengah, Marlatu Leleury saat menyampaikan sambutan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah.

Wakil Bupati Maluku Tengah, Marlatu Leleury menyeruhkan kepada seluruh angkatan kerja di Kabupaten Malteng, untuk mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Kepada pekerja dia (Lelury-red) mengatakan, sisakan uang untuk iuran BPJS Ketenagakerjaan itu lebih baik dari pada digunakan untuk beli Sopi, Rokok. “Daripada beli Sopi, rokok yang tidak bermanfaat, lebih baik jadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” tegasnya.

Lebih lanjut Leleury  menyerukan masyarakat pekerja untuk mendaftarkan diri ke BPJS Ketenagakerjaan karena, BPJS Ketenagakerjaan sebagai salah satu jaminan sosial, memiliki manajemen yang berbeda dengan BPJS Kesehatan.

“BPJS Ketenagakerjaan memiliki program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Pensiun (JP). Ini tidak ada di BPJS Kesehatan. Kalau di BPJS Kesehatan hanya melayani peserta yang sakit dan tidak mendapat santunan lainnya,” jelas Wakil Bupati dua Periode itu.

Kepala Kantor Cabang BPJS KetenagakerjaanProvinsi Maluku, Alias AM saat pendatanganan nota kesepahaman BPJS Ketenegakerjaan dengan Pemerintah Negeri Amahai

Selain itu, pada kegiatan ini juga dilakukan penandatangan nota kesepahaman antara BPJS Ketenagakerjaan dengan pemerintah Negeri Amahai tentang Sinergi Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Dalam acara Louching ini juga dilakukan Penyerahan simbolis santunan jaminan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan  kepada Ahli Waris.

Penyerahan Klaim Manfaat BPJS Ketenagakerjaan bagi 3 Ahli Waris

“Ini peserta BPJS Ketenagakerjaan dari tukang ojek yang baru daftar beberapa bulan dan telah meninggal, tapi mendapat santunan kematian yang diberikan kepada Ahli Waris,” tandas Leleury saat beri santunan simbolis jaminan kepesertaan kepada Ahli Waris.

Untuk diketahui, Dalam acara launching BPJS Ketenagakerjaan ini, dilakukan penyerahakan uang santunan Jaminan Kematian, santunan Hari Tua, dan santunan Pensiun kepada ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan yang telah meninggal Dunia. Mereka diantaranya Ahli Waris atau keluarga dari Alm Yasona Yarangga, Alm Harni P. Was dan
Ahli Waris dari Alm. Meldy Maikel. Mekel.

Masing masing mereka menerima santunan berfariasi, Yasona Yarangga Menerima sebesar 63 Juta sembilan puluh dua ribu tujuh ratus sembilan puluh Rupiah. (Rp. 63. 92 .790).

Dengan rincian, Jaminan Kematian sebesar 24.000.000, Jaminan Hari Tua sebesar 26 .695.400. Jaminan Pensiun Senilai 397.340 plus Beasiswa Anak sebanyak 12.000.000 Rupiah.

Sementara Harni P. Waas. Menerima Jaminan Kematian santunan sebanyak Dua Puluh Delapan Juta Seratus Lima Belas Ribu Delapan Ratus Enam Puluh Enam Rupiah (Rp. 28.115. 866). Dengan Rincian. JK sebanyak Rp. 24.000.000 JHT, Sebesar Rp. 3.774.466 dan JP sebanyak 341.400 perbulan.

Sedangkan Meldi M. Mekel. Menerima total santunan sebesar 24. 098.650. dengan rincian JK atau Jaminan Kematian sebesar Rp. 24.000.000 dan Jaminan Hari Tua atau JHT sebanyak Rp. 98.650 rupiah perbulan.

Selain itu juga diadakan penyerahan simbolis kartu Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi perangkat Negeri Amahai, Pengurus Bumnek Yana Lounusa, dan Pengurus Saniri Negeri Amahai.

Untuk diketahui, peresmian Negeri Amahai sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dilakukan dengan pemukulan Tipa yang dilakukan oleh Wakil Bupati dan Asisten Diputi Direktur Bidang TI dan disaksikan oleh Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Provensi Maluku, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Perintis Masohi dan Kepulauan Seram, dan beberapa OPD Dinas terkait dalam lingkup Pemerintah Derah Kabupaten  Malteng.

Pantauan globalmaluku.com, seluruh warga Negeri Amahai sangat antusias mengikuti rangkaian acara sejak awal hingga sampai akhir.

Dengan launching tersebut, secara langsung warga Negeri Amahai dijadikan sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan tahun 2019. Data yang dihimpun oleh media ini,± 300 masyarakat di Negeri Amahai yang  sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. (GM-01)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: