Untuk Meminta Kepastian Hukum, Warga Penggilingan Kembali Sambangi Kantor Lurah Penggilingan

GLOBALMALUKU.COM,JAKARTA-Warga Penggilingan Inginkan agar tanah yang ditempati puluhan warga penggilingan yang berdomisili di RT 08, 09 dan 012 RW 03 Kelurahan Penggilingan Kecamatan Cakung , pada hari Jumat, (6/12/2019) siang kemarin, kembali mendatangin Kantor Kelurahan penggilingan yang kedua kalinya atas laporan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) kepada warga Penggilingan.

Seperti yang di lansir oleh demokrasinews.com dikatakan, tanah masyarakat yang telah diajukan PTSL adalah tanah SENGKETA .

“Ada 3 pemilik tanah yang saat ini ditempati oleh ratusan warga diantaranya 1. Robet Tantular 2. Pardede yang ke 3 .Ukiarto . Lurah juga heran koq bisa tanah yang sudah puluhan tahun dihuni oleh ratusan kepala keluarga itu adalah tanah ke-3 orang yang di sebut diatas,”ujar Lurah.

Lurah juga tidak mempunyai bukti kepemilikan dari orang -orang yang mengaku tanah tersebut.
Sementara perwakilan warga bertanya “dengan dasar atas hak apa bukti kepemilikan tanah tersebut adalah milik Robet Tantular dan Pardede?
Lurah menjawab saya hanya mendapatkan informasi”,jawabnya.

Disini warga merasa ada keanehan dengan mudah mengatakan tanah tersebut bersengketa.

Pertemuan Masyarakat Kelurahan Penggilingan Dengan Lurah di Kantor Kelurahan Penggilingan

Team dari Rio Sambodo (KOMISI A DPRD) yang terdiri dari HERMANTO DAN TOTO BESERTA TEAM lainnya menurut L. Juhari yang ikut hadir sebagai team dari RIO SAMBODA dan juga sebagai Ketua DKI PWOIN saat itu mendampingi wargapun meminta, agar lurah membantu warganya untuk mengikuti program dari pemerintah pusat, dimana warga bisa mendapatkan sertifikat untuk mengurus PTSL.

Dalam pertemuan kedua kalinya ini pihak BPN tidak hadir dan perwakilan yang mengaku kepemilikan tanah tidak bisa memperlihatkan sertifikat asli, hanya membawa foto copynya
dalam pertemuan warga
di kantor Lurah Penggilingan Jakarta Timur.

Menurut Hermanto sebagai Ketua team menjelaskan bahwa Rio Sambodo sudah menyurati Lurah Penggilingan agar tidak menghalang halangin atas pengukuran dari BPN Jakarta Timur untuk melanjutkan program PTSL tapi sampai saat ini Lurah penggilingan tidak pernah membalas surat dari Rio Sambodo
Saat ditanya sama seorang media demokrasinews apakah Lurah penggilingan tidak menanggapi surat dari wakil rakyat ( DPRD DKI )
Hermanto menjawab nanti ada tindak lanjut secara Rio Sambodo untuk memanggil Lurah tersebut. (GM/DN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: