Tiga Desa di Kecamatan Jabon Sidoarjo Positif Corona Ternyata Hoax

Globalmaluku.com;Jawa Timur – Beredarnya informasi di sosial media seperti WA yang mengatakan bahwa ada tiga desa yang terkena atau positif Corona. Tentunya hal ini amat sangat meresahkan warga di tiga desa tersebut. Berdasarkan penelusuran awak media ke lokasi ternyata berita itu tidak benar atau hoax. Hal ini telah dikonfirmasike kepala desa setempat.

Bapak Samsul Kepala Desa Trompo Asri menjelaskan,” hingga saat ini kami sebagai pemerintah desa belum mendapatkan informasi terkait adanya warga yang positif Corona dari dinas terkait seperti Puskesmas atau rumah sakit umum maupun dari warga atau keluarga yang sakit akibat corona sehingga kami tidak bisa menentukan siapa yang terkena corona. Dan untuk mencegah supaya warga tidak terpapar atau positif corona maka kami bekerja sama dengan pihak Forkopimka (forum koordinasi pimpinan kecamatan) beserta Puskesmas Jabon melakukan sosialisasi dan penyemprotan disinfektan salah satunya di Masjid yang ada di desa. Dan warga di harapkan untuk tidak keluar rumah terlebih dahulu apabila tidak penting.” Hal ini juga di aminin oleh Kepala Desa Jemirahan bapak Koirul T. menambahkan,” untuk mencegah penyebaran virus corona di balai desa Jemirahan telah diadakan penyemprotan disinfektan oleh Puskesmas yang di dampingi oleh babinsa, babinkantibmas, pihak kecamatan beserta Pol PP dan diharapkan warga untuk tidak bergerombol ataupun keluar dari wilayah setempat dan berharap agar virus corona ini segera berakhir.”

Sementara itu PJ Kepala Desa Dukuhsari bapak Sutanto menjelaskan,” hingga saat ini 23 Maret 2020 malam kami tidak menerima pemberitahuan dari dinas terkait dan masyarakat diminta untuk tidak menerima berita hoax yang justru menimbulkan ketakutan warga masyarakat.”

Dr. Djoko Setijono dari Puskesmas Jabon memaparkan,” hingga saat ini 24 Maret 2020 di Kecamatan Jabon-Sidoarjo belum ada yang positif kena corona, memang ada yang kita awasi karena pernah kontak atau dari luar kota dan hingga saat ini belum ada laporan dari pihak rumah sakit hasil laboratorium yang mengatakan positif. Jadi orang dalam pengawasan itu bukan berarti positif Corona. Dan kita melakukan promosi atau penyuluhan keliling dari desa ke desa bagaimana supaya terhindar dari corona. Ada Beberapa cara untuk tidak terkena corona adalah menjaga kesehatan, berolahraga, makan yang sehat, menghindari kerumunan massa.” ujarnya(GM04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: