PSBB Diberlakukan, Bagaimana Tanggapan Warga?

Globalmaluku.com, Jawa Timur l PSBB (Pembatasan Sosial Bersekala Besar) telah di setujui pemerintah pusat melalui Menkes serta diperkuat dengan Peraturan Gubernur dan Keputusan Gubernur Jawa Timur terkait PSBB untuk Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik.

Plt. Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin telah mengajukan draf perbup PSBB ke Gubernur. Dimana salah satu usulannya adalah pemberlakuan jam malam mulai 20:00 – -4:00 WIB warga tidak diperbolehkan keluar malam kecuali urusan kesehatan, TNI dan Polri, aktivitas pemerintah, pekerja shif malamdan aktifitas kerja linta kota/kabupaten. Tentu hal ini terdampak pada masyarakat. Untuk mengetahui bagaimana tanggapan masyarakat berikut ini liputan yang berhasil di himpun oleh awak media.

Sumi Harsono ketua DPC PDIP Sidoarjo mengatakan, PSB Bitu yang jelas sudah di putuskan oleh pemerintah dan jelas harus dijalankan oleh seluruh aparatur pemerintah dan juga dijalankan oleh masyarakat karena untuk proses pencegahan, antisipasi jangan sampai penularan covid 19 semakin hari semakin banyak dan itu sangat memprihatinkan sekali, jadi kita dukung, dilaksanakan dan ditaati oleh seluruh rakyat agar supaya covid 19 ini tidak sampai menjalar ke mana-mana dan mudah-mudahan covid 19 ini sudah hilang dan semua kembali pada kehidupan masyarakat yang normal. Dampak yang di timbulkan covid 19 memang luar bisaa sekali, mau tidak mau ya harus menyadari, semua akibat dari kebijakan ini ya memang mudah-mudahan pemerintah memberikan suatu perhatian terutama pada masyarakat karena untuk makan sehari-hari tidak semua masyarakat mencukupi, maka perlu ada perhatian dari pemerintah. Dan kita dari PDIP cabang Sidoarjo juga telah mempersiapkan sembako untuk masyarakat miskin yang terdampak, yang saat ini masih dikerjakan oleh teman-teman dalam pengemasan.

H. Arifin S. Sos dari DPRD Kabupaten Pasuruan komisi 3, memaparkan, pemberlakuan PSBB di 1 kota dan 2 kabupaten yang merupakan penyangga Provinsi Jawa Timur, memang berdampak perekonomian, lalu lintas masyarakat Kabupaten Pasuruan, mungkin lebih dari lima puluh persen masyarakat Kabupaten Pasuruan bekerja di wilayah Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik, tentunya langkah ini harus kita dukung mengingat covid 19 harus kita putus dengan cara program PSBB ini. Progam PSBB ini untuk memutus mata rantai covid 19 ke wilayah lain. Karena yang kita ketahui masyarakat kita ini “ketika itu diberlakukan” masih banyak warga yang tidak mentaati aturan tersebut. Harusnya pemerintah sudah memberikan pemahaman, intruksi dan sebagainya masyarakat berdiam di rumah namun masyarakat malah terus bergerak secara otomatis viruspun ikut bergerak sehingga dengan bertambahnya hari banyak sekali masyarakat Sidoarjo, Surabaya, Gresik yang positif covid 19 dan Pasuruan saat ini sudah 11 orang yang positif tentunya harus ada intruksi yang tegas kepada warga supaya diam di rumah untuk memutus mata rantai covid 19. Karena dengan dirumah kita pasti bisa memutus mata rantai covid 19.

Ahmad Muhdlor Ali, S. IP atau yang akrab di panggil Gus Muhdlor menjelaskan, pada awalnya covid 19 berdampak pada kesehatan saja ternyata semakin lama berdampak kepada yang lainnya, pendidikan, ekonomi, politik, social termasuk hari ini banyak sekali masyarakat yang mata pencahariannya tertutup, sehingga pendapatannya tidak ada, sedangkan pengeluaran pasti, kita tidak bisa berkontribusi banyak dalam membantu masyarakat. Kita membagikan sembako ini yang tidak seberapa jangan dinilai nominalnya tapi dinilai ini adalah gerakan kita bersama saat salah satu diantara kita kesusahan yang lain wajib untuk membantu. Dan semoga corona ini cepat selesai. Beberapa individu atau personal yang mencukupi inilah waktunya kita membantu saudara kita yang kesusahan terutama yang tidak bisa bekerja atau mata pencahariannya tertutup karena corona apalagi ini momentum Rahmadan kita perbaiki niat kita bantu bersama saudara yang kesusahan.(GM04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: