Harga Tidak Menentu, Petani Kopra Mengeluh

MALUKU TENGAH, GLOBAL MALUKU.COM | Petani kelapa Kecamatan Seram Utara Kabupaten Maluku Tengah mengeluhkan Sikap pemerintah yang terlihat diam saat harga kopra naik turun naik turun, hal itu di kemukakan oleh salah satu toko pemuda Negeri Wahai (Kamdani Wiriadmojo)

Menurutnya Salah satu faktor pendukung untuk menstabilkan perekonomian masyarakat pedesaan adalah menjaga Agar tidak terjadinya anjlok harga kopra.
Iya melanjutkan keluh kesahnya kepada kami bahwa jika pemerintah tidak lagi berpihak terhadap petani, maka masalah perekonomian petani mengalami masalah.”ujarnya.

Pria yang juga memiliki dusun kelapa ini mengaungkapkan bahwa, buah kelapa yang saya olah bersama keluarga saya secara manual sehingga menjadi kopra pertahunya bisa mencapai 7 sampai 10ton,dan itu dimiliki saya dan adik saya sendiri belum lagi petani petani lainya,jadi kalau harga kopra mengalami masalah maka ini sangat berpengaruh bagi masyarakat kita saat ini.”ungkapnya.

Menutup pembicaraanya,lelaki yang akrab disapa Bung Diqi ini menuturkan bahwa masyarakat Negeri wahai 90% memiliki dusun kelapa,jika saja kopra itu baik harganya maka sudah tentu roda perekonomian akan berputar dengan cepat dan baik, dengan tegas Pria paruh baya ini mengatakannya.
Olehnya itu dia berharap bahwa melalui pemberitaan ini mudamudahan pemerintah daerah sampai pusat bisa memperhatikan kondisi harga kopra,agar perekonomian di daerah ini bisa menopang keberlangsungan hidup hari ini dan masa depan anak anak kami yang sedang mencari ilmu di bangku sekolah dan kulia.”Tutupnya. (GM-04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: