Gereja Sungai Yordan Jemaat Rajawali Bangun Gedung Gereja Baru

Masohi, GLOBALMALUKU. COM | Jemaat Rajawali Gereja Sungai Yordan Masohi menggagas pembangunan gedung gereja baru, Sabtu (24/10). Peletakan Batu Alasan oleh Wakil Bupati Maluku Tengah Marlatu Leleury menandai dimulainya seluruh rangkaian pembangunan yang dilakukan di lokasi gedung gereja terdahulu, Lingkungan Sirilawa Namano Kecamatan Amahai.

Wakil Bupati Maluku Tengah, Marlatu Leleury mengapresiasi semangat warga gereja meningkatkan kualitas sarana dan prasarana peribadatan.
Hanya saja, dirinya menekankan tentang pemaknaan pembangunan sarana peribatan. Yakni, terjadinya peningkatan kualitas iman dan pelayanan keumatan.
“Umumnya, orang berlomba hanya sekadar untuk membangun gedung gereja yang megah, namun kemudian tidak berdampak pada meningkatnya kuantitas umat dalam memanfaatkan gedung gereja,” singgung Wabup.
“Upaya meningkatkan kualitas sarana peribadatan harus selaras dengan peningkatan kualitas pelayanan dan keimanan umat, ” sambung Leleury.
Terlepas dari itu, wabup menyemangati panitia dan seluruh warga jemaat demi suksesnya pembangunan gedung gereja baru sesuai target yang telah ditetapkan.

Hanya dengan kepedulian semua warga gereja. “Dengan partisipasi aktif semua dan kerja keras menggalang dukungan dan kerjasama dengan semua pihak terkait, penyelesaian pembangunan sesuai target dapat diwujudkan, ” kuncinya.
Ditempat yang sama, Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Gereja Sungai Yordan Provinsi Maluku, Jemy Soumokil menyerukan pentingnya kebersamaan warga gereja demi terwujudnya percepatan penyelesaian pembangunan gedung gereja yang baru saja dimulai saat itu.
Tentang pentingkatan kualitas keimanan sejalan dengan proses pembangunan gedung gereja baru, hal itu juga disentil Soumokil.
Senada dengan Leleury, dirinya menyebut, peningkatan kualitas keimanan seyogyanya harus sejalan dengan upaya peningkatan kualitas sarana dan prasarana peribadatan.
“Pembangunan gedung gereja baru harus selaras dengan peningkatan kualitas keimanan. Kualitas peribadatan, ” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan, Yongky Petta melalui sambutannya menyentil tentang tantangan yang dihadapi dalam proses pembangunan sarana dan prasaraana saat ini.
Dikatakan, proses pembangunan gedung gedeja di tengah pandemik Covid-19 merupakan sebuah tantangan yang cukup besar.
“Sebab, pandemi Covid -19 memengaruhi kondisi perekonomian di seluruh wilayah,” katanya.
Meski begitu, dirinya tetap optimis bahwa proses pembangunan yang sudah dimulai akan rampung sesuai target yang telah disepakati dan ditetapkan bersama oleh warga jemaat.

“Kita mengimani bahwa penyelesaian pembangunan dapat diwujudkan. Campur tangan segenap warga gereja, donatur dan pihak-pihak berkompoten, adalah spirit tersendiri bagi panitia dalam proses -proses percepatan penyelesaian pembangunan gedung gereja,” serunya. (GM-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: