Ruaty “Potong Pele” Stunting di Banda

BANDA, GLOBALMALUKU. COM | “Perang” terhadap Stunting terus diseriusi Ina Parenting Kabupaten Maluku Tengah. Meningkatkan kesadaran keluarga tentang pentingnya asupan makanan bergizi bagi bayi dan balita. Bahkan sejak masih di calam kandungan. Ini dilakukan melalui kegiatan sosialisasi yang melibatkan pengurus PKK dan unsur Pemerintah Negeri.

Sasarannya, agar tercipta generasi emas negeri, daerah dan bangsa di masa mendatang.
Untuk mengoptimalkan sosialisasi, Bunda Parenting yang juga Ketua TP PKK menggandeng Dinas Pemberdayaan Masyarakat Negeri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan instansi teknis lain dalam kegiatan
“Rakornis Pemberdayaan Masyarakat dan Upaya Penanganan Stunting” di Kecamatan Banda, pekan kemarin.
Tuasikal Amien Ruaty dalam arahannya mengharapkan adanya keseriusan semua pihak dalam menyikapi permasalahan stunting.
“Penanganan stunting harus dilakukan secara bersama-sama. Pemerintah dari pusat hingga ke tataran paling bawah harus bersinergi demi optimalnya upaya mewujudkan generasi emas bangsa. Generasi yang terhindar dari stunting, ” tandas Ruaty.
Bagaimana peran Pemerintah Negeri? Ruaty katakan, pemerintah Negeri harus mampu mendesain program-program yang bedmuara pada pemberdayaan keluarga.
“Yakni, program yang menyentuh langsung akar permasalahan masih terdapatnya kasus gagal tumvuh (Stunting) pada bayi dan balita, ” terang Ruaty.
“Diantaranya, maksimalkan operasional Posyandu, kelas Ibu Hamil dan Balita, ketahanan pangan dan penguatan ekonomi rumah tangga,” terangnya.
Bila semua itu sudah dilakukan secara kontinyu, Ruaty yakin bahwa pada waktu tertentu, tidak ada lagi kasus stunting. “Generasi emas keluarga, daerah dan bangsa akan lahir. Pencapaian-pencapaian gemilang anak bangsa diharapkan bisa lahir dari generasi saat ini dan di masa mendatang, “sebutnya. (GM-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: