Lagi, Pertumbuhan Ekonomi Dipatok naik

MASOHI,GLOBALMALUKU.COM | Pertumbuhan ekonomi pemkab maluku Tengah kembali dipatok naik. Target pertumbuhan ekonomi di tahun 2020 dipatok sebesar 3 persen, dan, tahun 2021, dipatok naik dua kali lipat dari tahun sebelumnya yang mencapai total 3,74 persen.

Target pancapaian pertumbuhan ekonomi pemkab malteng ini diungkapkan bupati dalam sambutannya saat rapat paripurna DPRD malteng dengan agenda penyampaian Kebijakan Umum Anggaran (KUA) – Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun Anggaran 2021, Kamis (10/12) di ruang rapat Utama DPRD malteng.

Tentu, pemerintah punya kalkulasi pasti dalam upaya mewujudkan target capauan yang ada. Apa itu?

“Kebijakan Pendapatan Daerah akan diprioritaskan pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Dana Transfer pemerintah pusat, ” ungkap bupati.

“Pemerintah juga akan mengupayakan langkah intensifikasi dan ekstensifikasi terhadap sumber-sumbed penerimaan, pemantapan kelembagaan dan sistem operasional pemungutan pendapatan daerah, ” sambung bupati.

Bagaimana meningkatkan dana transfer pemerintah pusat ? Bupati katakan, penguatan koordinasi dengan pemerintah pusat akann ditempuh. Dengan target adanya peningkatan dana bagi hasil pajak dan bukan pajak, peningkatan Dana Alokasi Umun dan dana Alokasi Khusus, serta peningkatan dana insentif daerah.

Diakui bahwa, ditengah pandemi covid-49, terjadi pengurangan alokasi dana transfer pemerintah pusat dan ketentuan alokasi anggaran belanja modal untuk pendidikan dan kesehatan sangat mempengaruhi kondisi keuangan pemerintah daerah pada tahun 2021.

“Karena itu, penyusunan anggaran belanja daerah tahun 2021 akan menggunakan pendekatan kinerja. Menxahulukan alokasi belanja pegawai, terutama komponen belanja gaji, tunjangan pegawai, dan bantuan keuangan kepada negeri dan kelurahan,” katanya.

“Melakukan penghematan pada komponen belanja gaji, tunjangan pegawai, dan, bantuan bantuan keuangan bagi nsgeri dan kelurahan, ” timpal bupati.

Ditambahkan, dalam upaya efektifitas dan efesiensi anggaran, pada belanja operasional berupa komponen belanja barang dan jasa telah dilakukan penghematan. “Anggarannya dialihkan terutama untuk peningkatan belanja infraatruktur, pendidikan, dan kesehatan, ” kuncinya. (GM-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: