Malteng Surplus Beras

MASOHI,GLOBALMALUKU.COM | Produksi beras Kabupaten Maluku Tengah Dari luasan Sawah yang tersebar di Kecamatan Seram Utara Timur Kobi Dan Seram Utara Timur Seti surplus.

Kekhawatiran akan ancaman krisis pangan ditengah masa pandemi Covid-19 memacu dinas teknis Pertanian dan Tanaman Hortikultura untuk “memaksa” petani mengolah lahan dengan lebih ekstra.
Periodisasi tanam ditingkatkan, optimalisasi lahan ditingkatkan dengan Harapan agar produksi beras dapat didorong lebih optimal. Dari segi kualitas, pun kuantitas.
“Sejak Covid pandemi Covid-19, Bupati mengistruksikan agar produksiberas dapat ditingkatkan mengatisipasi dampak pandemi Covid-19. Benih, pupuk, dan sarana produksi kits dorong kesana guna meningkatkan produksi beras. Alhasil, saat ini kita sudah surplus beras,” ungkap Kadis Pertanian Arsyad Slamat kepada GLOBALMALUKU. COM di ruang kerjanya, Sabtu (9/1).
Surplus beras ini didukung oleh
Sayangnya, surplus beras tidak dikelola dengan baik oleh pemerintah. Akibatnya, terjadi penumpukan hasil panen petani berupa Gabah kering panen dan gabah kering giling.
Ini lantaran tidak Ada kontrol Terhadap Pemberlakuan beli harga gabah. American lahitnya memanfaatkan kondisi yang Ada untuk meraup keuntungan.
Dinas Pertanian dan Tanaman Hortikultura mencatat sebanyak 17 ribu ton Gabah kering giling akan menumpuk di petani bila harga beli Gabah petani tidak kunjung terkoreksi. Jumlah ini akan Terus bertambah seiring ptoses penanaman masih Terudlah dilakukan petani.
“Sebanyak 3.345 ton gabah kering giling musim tanam pertama belum terjual. Saat ini, petani sudah melalukan penanaman untuk musim tanam kedua. Dengan hasil panen yang mencapai total 14.280 ton/Ha maka total gabah kering yang petani bakal tertumpuk mencapai 17 ton lebih,” rinciannya.
“Jumlah ini akan terus bertambah tiap musim tanam. Sebab, petani tidak mau merugi Karena menjual hasil panennya dengan harga dibawah standar ketetapan,” tukas Slamat. (GM-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: