Mitan sulit diperoleh, ini Penjelasan Disperindag

MASOHI,GLOBALMALUKU.COM | Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Disperindag Maluku Tengah, Abidin Marabessy
menyebut, tidak terjadi kelangkaan stok minyak tanah.
Hasil Koordinasi dengan pihak pertamina ambon, stok mitan untuk melayani kebutuhan masyarakat Maluku Tengah dalam posisi aman.
Sulitnya masyarakat memperoleh mitan, tidak ada kaitannya dengan upaya pengalihan penggunaan mitan ke elpiji.
“Stok mitan di pertamina untuk melayani kebutuhan masyarakat Maluku Tengah aman. Tidak Ada kelangkaan. Tidak juga berkaitan dengan program pemerintah pusat mengalihkan penggunaan mitan ke elpiji ,” tandasnya Marasabessy kepada pers di ruang kerjanya, akhir pekan kemarin.
Marasabessy menerangkan, kondisi yang terjadi sebenarnya karena distribusi mitan dari pertamina belum lancar.
Dijelaskan, bukan merupakan kesalahan ataupun kealpaan pihak pertamina. Namun karena pihaknya (Disperindag) belum memberikan rekomendasi yang sejatinya merupakan “ijin” bagi pertamina untuk mendistribusikan mitan kepada Agen Minyak Tanah (AMT).
“Ini terkait dengan perbantuan manager pertamina Ambon Pada akhir Desember kemarin. Oleh pertamina, dilakukan pendataan kembali terhadap AMT. Sehabis pertemuan dengan pertamina, AMT menindaklanjutinya dengan mendata ulang sekaligus menandatangani kontrak baru,” jelasnya.
Kontrak baru ini antara agen dengan pangkalan, salah satu point Kontrak adalah kesepakatan Pemberlakuan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebagaimana ditetapkan dalam Peratutan Bupati Bupati No 29 Tahun 2020 tentang Penetapan Harga jual Eceran Tertinggi (HET) minyak tanah Di Kabupaten Maluku Tengah.
“Nah, belum semua agen melaksanakan Itu. Dasar Itu, sejumlah , rekomendasi belum kita tandatangani,” ucapnya.
Menurut Marasabessy, kesepakatan Pemberlakuan HET sesuai Peratutan Bupati Bupati No 29 Tahun 2020 tentang Penetapan harga jual eceran tertinggi minyak tanah Di Kabupaten Maluku Tengah sangat penting.
Sebab, dengan begitu harga kualiats mitan bisa kita pantau.
“Dengan begitu, kita punya dasar untuk memberikan sanksi kepada Pangkalan maupun agen yang nakal. Yang menjual mitan dengan harga melebihi HET yang diatur dalam perbup,” kuncimya. (GM-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: