Bulog Bersedia Beli Beras Petani Maluku Tengah

MASOHI,GLOBALMALUKU.COM | Divisi Regional (Divre) Perum Bulog Maluku memastikan akan menyerap beras hasil panen petani di wilayah Kecamatan Seram Utara Timur Kobi dan Seram Utara Timur Seti Kabupaten Maluku Tengah.

Daya seraphim bulog diapstikan mampu mengatasi Kekhawatiran petani di dua wilayah ini kelangkaan musim panen.
Demikian Anggota DPRD maluku Tengah Hasan Alkatiry mengungkapkan hasil pertemuan DPRD dengan Kepala Bulog Divre Maluku Muhammad Taufik pekan kemarin.
“Jadi, Komisi II sudah melalukan pertemuan dengan Bulog. Dan, Bulog mengapresiasi pertemuan tersebut. Bulog memastikan akan membeli beras Dari petani setempat. Secara Umum, petani di Maluku Tengah, ” ungkap Alkatiry.
Dikatakan, guna mewujudkan hal itu, Bulog, bahkan telah mengagendakan pembangunan gudang penampungnya beras di wilayah setempat.
Tujuannya agar beras yang dibeli dari petani dapat dipertahankan kualitasnya.
Dari hasil pertemuan Itu, diungkapkan pula bahwa, komitmen Bulog tersebut tidak dapat secara serta merta diwujudkan.
Sebab, ternyata, bulog terkendala dengan suplai jaringan listrik guna mendukung operasional gudang penampung beras petani. Jarak lokasi pembangunan gudang dengan jaringan listrik PLN cukup jauh. Dibutuhkan biaya yang relatif besar untuk menjamin jaringan listrik sampai ke lokasi gudang.
“Intinya, Bulog bersedia, namun diharapkan, ada campur tangan pemerintah Kabupaten Maluku Tengah. Dalam hal ini, pihak Eksekutif Dan Legislatif dalam memastikan terpenuhinya kebutuhan tenaga listrik,” sebutnya.
“Dan, Komisi II sudah mengagendakan pertemuan dengan pihak eksekutif Dan PT PLN area Masohi guna membicarakan hal ini, ” Ikrarnya.
Dijelaskan, gudang bulog yang akan dibangun akan Mampu menampung 1000 ton beras. Karena itu, Biaya yang akan dikeluarkan pemerintah daerah tidak seberapa Dibandingkan dengan kontribusi dalam bentuk PAD bagi daerah bilamana gudang bulog sudah beroperasi.
“Harga beli beras dari petani akan sama dengan harga yang berlaku secara nasional. Begitupun dengan harga jual akan mrngalami gejolak hanya lantaran perdoalan distribusi beras dari luar Maluku,” tutupnya Alkatiry. (GM-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: