Vaksiasi Covid-19 Perdana ,Bupati dan Wabup tidak divaksin, Sebagian Besar Pimpinan OPD “Takut”, Wakil Rakyat Mangkir

MASOHI,GLOBALMALUKU.COM | Bupati dan Wakil Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua – Marlatu Leleury, Tidak divaksin pada pencanangan vaksinasi Covid-19, Rabu (27/1).Sebagian besar Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) “takut”, dan Tidak satupun anggota DPRD Malteng divaksin. Ini lantaran, tidak satupun wakil rakyat hadir dalam kegiatan.
Pantauan media ini, bupati dan wakil bupati Maluku Tengah masuk dalam kategori usia yang tidak direkomendasikan sebagai penerima vaksin covid-19. Tuasikal Abua saat ini berusia 65 tahun pada awal Februari nanti, sedangkan Marlatu Leleury sudah berusis 70 tahun Juni mendatang.

Tentang mayoritas pimpinan OPD yang tidak divaksin. Umumnya, mereka sudah mengikuti sejumlah prosedur namun tidak semuanya mengantongi rekomendasi sebagai calon penerima vaksin. Saat diperiksa tekanan darah darah mayoritas Pimpinan OPD tinggi. Diduga, ini lantaran perasaan takut memicu naiknya tekanan darah.
Berbeda dengan Pimpinan OPD, perwakilan lembaga DPRD Maluku Tengah tidak satupun hadir dalam kegiatan pencanangan vaksinasi covid-19.
Pimpinan OPD yang divaksin saat itu, adalah, Kepala Dinas Kesehatan dr Jeni Adijaya, Kepala Dinas PUPR Yosman Pabisa, Kepala Dinas Pendapatan Bob Rachmat.

Perwakilan Insan Pers malah menjadi yang pertama menerima vaksin covid sinovac dari seluruh rangkaian kegiatan pencanangan vaksinasi covid-19 saat itu.
Bupati Maluk Tengah, Tuasikal Abua dalam sambutannya meminta partisipasi seluruh elemen masyarakat terhadap program vaksinasi covid-19. Sebab, dengan mengikuti program vaksinasi covid-19 masyarakat akan terlindungi. Tubuh akan memeliki kekebalan terhadap virus corona.
Dengan begitu, harapan besar akan kehidupan normal dapat berangsur-angsur diwujudkan.
“ Ini momentum yang sangat baik. Vaksin ini aman dan halal. Dengan divaksin, kita akan terbebas dari caovid-19,” seru bupati.
Bupati juga menghimbau agar semua kalangan tetap mengdepankan protokol kesehatan saat beraktifitas. Tetap memakai masker saat beraktifitas, menjaga jarak aman saat berada di keramaian, dan selalu mencuci tangan.
“Juga bagi yang sudah divaksin, tetap laksanakan protokol kesehatan,” imbuhnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mlauku Tengah dr Jeni Adijaya selaku ketua harian gugus tugas Covid-19 menyebut, sebanyak 2.159 orang akan divaksin dalam tahap pertama vaksinasi covid -19 di Maluku Tengah. Vaksinasi juga akan dilakukan secara bertahap terhadap kelompok sasaran sebagaimana ketentuan.
“Akan diprioritaskan bagi Tenaga kesehatan dan pejabat Publik. Setelah itu baru stakeholders lain,” tandasnya.
Sebagai penerima vaksi pertama dikalangan ASN Maluku Tengah, Kadis berpesan agar seluruh elemen masyarakat tidak khawatir berlebihan terhadap vaksinasi covid-19. “Tentunya, calon penerima vaksin harus mengikuti seluruh tahapan observasi kesehatan terlebih dahulu untuk dinyatakan memenuhi kriteria sebagai penerima vaksin atau tidak. Vaksin covid-19 cinovac aman dan halal,.” Pesannya. (GM-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: