Menteri Abdul Halim Iskandar Letakan Batu Pertama Kantor Fatayat NU Maluku

AMBON,GLOBALMALUKU.COM |  Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar
melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung Kantor Fatayat Nahdatul Ulama (NU) Provinsi Maluku, Minggu (31/1/2021).
Desain pembangunan kantor yang berlokasi di Dusun Wailela, Desa Rumatiga, Kecamatan Teluk Ambon Ambon, tersebut ternyata dirancang oleh Sekretatis Daerah Maluku Kasrul Selang.
“Saya sangat gembira pada hari ini, Universitas Pattimura (Unpatti) dibawah pembinaan pak rektor (M.J. Saptenno) telah memberikan kita lahan yang luar biasa untuk kepentingan pembangunan kantor Fatayat NU. Dukungan dana pembangunan juga dibantu dari APBD, dan yang gambar kantornya juga pak Sekda (Kasrul Selang). Jadi sudah lengkap sekali. Semua bergotong royong, bersatu untuk kepentingan bangsa dan negara, karena membesarkan NU adalah membesarkan bangsa dan negara. Membesarkan Fatayat NU adalah membesarkan NU,” kata Mendes PDTT.
Menurutnya, NU adalah salah satu pilar bangsa. Tanpa NU tidak ada NKRI.
“Ini fakta sejarah,” tegasnya.
Menurut Abdul Halim yang akrab disapa Gus Menteri ini, sejak berdirinya, NU selalu mengutamakan kepentingan bangsa dan negara yang didasarkan atas syari’at Islam dan
nilai-nilai ke-Islam-an, ke-Indonesia-an serta semangat nasionalisme yang tinggi.
“Kisah Muktamar NU tahun 1936 yang digelar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yang mana para ulama memutuskan Indonesia adalah Darussalam, negara yang damai, bukan Darul Islam.
Ini bentuk NU menjaga konsistensi kedaulatan negara, memperkokoh integritas bangsa dan negara,” ujarnya.
Perjalanan perjuangan NU untuk NKRI tidak berhenti disitu. Ia pun mengisahkan sejarah, pada saat sidang BPUPKI dimana terjadi perdebatan yang sengit antara penggunaan Piagam Jakarta dengan Sila Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa dan Kewajiban Pemeluk Islam menjalankan syariatnya, yang kemudian di protes, utamanya oleh para pemuda dari Indonesia Timur yang ada di BPUPKI.
“Sekali lagi saat itu, NU menjadi penyelamat yang kemudian merumuskan Ketuhanan Yang Maha Esa tanpa ada anak kalimat panjang dan itulah yang kemudian menyelamatkan Indonesia NKRI,” paparnya.
Ia pun menegaskan kembali, jika sampai dengan hari ini, NU tetap konsisten sebagai sebuah organisasi yang posisinya moderat.
Memiliki komitmen tinggi terhadap keutuhan bangsanya.

Oleh sebab itu, dirinya berharap
Fatayat NU sebagai salah satu badan Otonom NU yang bergerak di bidang kepemudaan perempuan, yang menjadi bagian tak terpisahkan agar tetap menjaga keutuhan NKRI.
Sementara itu, Gubernur Maluku dalam sambutannya yang disampaikan Sekda Maluku Kasrul Selang menyampaikan, pembangunan kantor Fatayat NU Maluku sangat penting dan strategis untuk memantapkan kembali langkah langkah Fatayat NU sebagai sebuah organisasi untuk terlibat dalam pembinaan umat dan pembangunan daerah, terutama merawat kerukunan dan keragaman yang menjadi fakta sosial di Maluku.
Pada kesempatan itu, mantan Dankor Brimob Polri ini juga menyampaikan
beberapa hal penting.
Pertama, kehadiran Fatayat NU bagi bangsa dan negara khususnya bagi Provinsi Maluku sangat strategis.
Dikatakan, sebagai organisasi sosial kemasyarakatan perempuan muda Islam di Indonesia, Fatayat NU juga merupakan kekuatan masyarakat madani yang menjadi aset bangsa dan negara,” imbuhnya.
“Oleh sebab itu, pemerintah Provinsi Maluku senantiasa mengharapkan peran aktif Fatayat NU dalam kehidupan keagamaan dan pembungunan di Maluku apalagi pemahaman keislaman yang dikembangkan Fatayat NU sangat relevan dengan filosofi hidup di Maluku, yang mengedepankan semangat hidup orang basudara dengan kearifan lokal pela gandong,” harap gubernur.
Kedua, sebagai badan otonom NU, Fatayat NU bertugas untuk melalukan kaderisasi pada segmen perempuan muda NU. Namun disisi lain, sebagai bagian dari gerakan perempuan Indonesia, Fatayat NU diharapkan memainkan peran strategis dalam keikutsertaannya memajukan kehidupan perempuan Indonesia, khususnya di Maluku.
Ketiga, Gubernur juga berharap gedung kantor Fatayat NU ini dapat diselesaikan tepat waktunya, sehingga lebih mempermudan dan meningkatkan semangat kemuliaan Islam dan muslimin atas Ahlusunnah Wal’jamaah di seluruh wilayah Maluku serta menjadi tempat bertemunya berbagai gagasan dan ide bagi pendampingan umat, untuk mendapatkan kemaslahatan dunia dan akhirat.
“Pemerintah tentunya selalu mendukung perkembangan Fatayat NU di Maluku serta berbagai organisasi keagamaan lainnya sebagai kekuatan yang luar biasa dalam pembangunan,” tandas gubernur.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, unsur Forkopimda Maluku, Ketua Umum Fatayat N, Pimpinan Wilayah NU Maluku dan jajaran, Ketua Pimpinan Wilayah Fatayat NU dan jajaran serta sejumlah Pimpinan OPD lingkup Pemprov Maluku (GM-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: