Perpustakaan Dan Kearsipan Provinsi Maluku, Turut Mengambil Bagian Dalam Membina Anak Jalanan

AMBON,GLOBALMALUKU.COM | Global Maluku.com- Istilah anak jalanan mengacu pada anak-anak Tunawisma yang tinggal di wilayah jalanan , dan anak-anak ini berusia 11 sampai 18 tahun ,serta tempat tinggal mereka di wilayah yang kosong dan tidak memadai. Mereka ini adalah anak yang di terlantarkan oleh orang tua, dan Negara Indonesia juga mempunyai anak – anak jalanan yang begitu banyak.

Hal ini di ungkapkan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Maluku Danny Indey, kepada media ini di ruang kerjanya ,Ambon(16/2/2021.).Anak -anak jalanan ini ,ada kurang lebih 30 orang.”Mereka awalnya sudah dibina di rumah singgah Komonistas Sahabat Melindungi, Jelasnya.

Indey katakan, anak -anak jalanan yang kurang lebih 30 orang ini di bimbing oleh finder dari rumah singgah Komonistas Sahabat Melindungi yaitu, salah satu anggota kepolisian AIPDA Edwin Mangare /Danton 1 kompi 2 DIT SAMAPTA Polda Maluku ,ujarnya.

“Anak -anak ini butuh ada pembimbingan, dan pendampingan ,yaitu terkait dengan pembelajaran mereka ,apalagi di tengah-tengah Pandemi Covid 19 ,kondisi dan latar belakang perekonomian sangat sulit sekali.

Dirinya juga katakan anak -anak ini ada yang sekolah dan ada yang sudah putus sekolah.”Anak yang sudah sekolah saja tidak punya hp dan Leptop untuk belajar online ,ya’karna itu tadi , karena kondisi perkonomian mereka , jelas Indey.

“Lanjut Kepala perpustkaan tersebut, untuk membantu mereka, fondernya , pa Edwin ini ,mengajar mereka sendiri,dan beliau mengalami hambatan, sehingga ide ini datang ,dari salah satu rekan kerja yaitu efli defretes (pendeta) jadi saudara Efli ini tertarik, lalu sampaikan ke kami ,kondisi yang di alami.

“Dengan kondisi yang terjadi maka ,mereka membuka pendaftaran untuk relawan ,lewat grup-grup yang ada ,tapi hasil dari pendaftaran tersebut ,ada kurang lebih seratus orang ,untuk menjadi relawan buat anak- anak jalanan.Dan jumlah relawan kami di kurangi menjadi 35 orang ,dan relawan- relawan ini ,tidak meminta untuk di bayar ,jelasnya.

“Dan 35 orang ini, juga terdiri dari latar belakang pendidikan dan juga jurusan ,jadi ada yg semntra kuliah S1 -S2,ada di Unas pelita harapan ,ada di Undip ponegoro, dan di Jokya , mereka masih muda dan ada dokter ,ada perawat , ada maha siswa sikologi,.para Mahasiswa ini sangat luar biasa ,mereka anak mudah yang harusnya , ikuti pembelajaran secara online ,karena tuntutan kuliah ,tapi mereka mau berbagi waktu dengan anak anak tersebut,Misal ada yg belajar bahasa Indonesia, ada yg Meraka datang sambil memberikan pelajaran untuk anak anak ini dan juga sambil belajar perkuliahan mereka lewat online ,ungkapnya.

Ditambahkan, rumah singgah Sahabat Melindungi, kami memberikan mata pelajaran bahasa Indonesia ,bahasa Inggris ,matematika dan kesenian ,merajut, serta karate,tutur Indey.

Indey juga mengatakan Anak -anak ini kita bagi menjadi dua kelas , ada kelas kecil dan kelas menengah. kelas kecil ini mulai dari Paud sampai kelas tiga SD , sementra yg besar itu SMP sampai SMA , yg kelas kecil ini ada sekitar 10 orang , dan yang besar ada sekitar 20 orang , dan ada yg belum tahu baca tulis dan menghitung.

“Disini kita benar benar merasa terpanggil, supaya bagaimana ya minal, mereka bisa baca tulis itu dan menghitung, karena itu merupakan, dasar bagi kehidupan mereka kelak,

Ditambahkan ,strategi untuk mengajar mereka juga kita tidak bisa mengangkat dari kurikulum di sekolah bawa ke mereka , makanya kita lihat situasi mereka ,karena mereka ini dari pagi sampai jam 3 kerja karena tuntutan ekonomi ,ada pengamen , jual koran, jual es, jual kue dan lain-lain,paparnya.

Jelasnya,kita sudah atur mereka ,kerja dri pagi i sampai jam 3 sore, yang kelas besar ,dan mereka belajar satu jam saja, kemudian yg kelas kecil jam 4 sampai jam 5. Kelas besar itu belaar dari hari Senin sampai Sabtu,bahasa Indonesia, bahasa Inggri sdan Matematika.

Ada sebagian besar, mereka belum bisa membaca dan menulis ,sehingga kita baru buat di hari Rabu sama hari Sabtu .Hari Rabu belajarnya di rumah Singgah ,lalu yg satu belajarnya di lingkungan perpustakaan .

Menurutnya, kita sudah membentuk pengurus Sahabat Melindungi, ketua Tim Sahabat Melindungi Pol.Olizhia.Jane Mairuhu,

Harapannya, kami tidak mau, mereka menjadi anak -anak tertinggal minimal ,membaca dan tulis, karena itu adalah literasi awal ,istilah leteral itu calistun ,baca tulis hitung , hal ini adalah kemampuan dasar , yang sangat dibutuhkan ,oleh setiap manusia ,supaya dia bisa beradabtasi dengan lingkungan , jadi yg luar biasa ini anak anak mudah mereka meluangkan waktu mereka untuk berbagi,pungkasnya.

“Jadi perpustakaan tidak semata -mata bergerak di aktivitas menerima pengunjung ,lalu pengunjung itu membaca ,dia pinjam buku ,atau dia langsung pulang , perpustakaan tidak sampai di situ .Kami perpustakaan punya program baru namanya ,perorang transpormasi perpustakaan berbasis sosial.jadi kita bisa berkreafitas ,di berbagai sektor ,misalnya dari buku yg dibaca, dia bisa melakukan apa yang implementasikan .Kita lagi mendorong pustakawan untuk bisa kreatif .untuk buku- buku yang ada itu mereka bisa pelajari lalu mereka melatih orang lain, dan hal ini kita sudah lakukan di tahun 2020 kemarin, tutupnya. (GM-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: