Mangare Anggota Samapta Polda Maluku ,Merasa Terpanggil Untuk Melihat Kehidupan Anak-Anak Jalanan

AMBON,GLOBAL MALUKU.COM | Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan yang dibutuh oleh anak -anak usia dini, tetapi yang kita lihat sebagian anak-anak yang hidup di jalanan,dan di terlantarkan oleh orang tua mereka ,sudah tentu tidak menikmati pendidikan mereka dengan apa yang menjadi hak mereka.

“Hal ini terlihat pada anak-anak jalan yang berada di kota Ambon.Puluhan anak-anak jalanan yang masih berkeliaran bebas , dan bekerja untuk makan mereka setiap hari .

Betapa mengesankan,ini terlihat pada salah satu anggota Polda Maluku AIPDA Edwin Ricardo Mangare /Danton 1 Kompi 2 DIT SAMAPTA , merasa terpanggil untuk melihat anak-anak jalanan yang berada di kota Ambon.

Ketika di temui media ini ,pada Selasa(17/2/2021),dirinya katakan ,saya merasa terpanggil untuk melihat anak-anak tersebut ,karena mereka adalah generasi-gerasi penerus bangsa ,ujarnya.

“Dengan lantang , Mangare jelaskan ,saya adalah anggota Samapta Polda Maluku , tugas saya adalah patroli dari tahun 2009 sampai saat ini, dan saya di tempatkan di pos Trikora ,sehingga setiap malam saya lakukan patroli ketika warga kota sedang istrahat ,tetapi ketika saya lakukan patroli banyak sekali anak-anak kecil yang di temukan tidak hidup di rumah tapi di jalanan ,sehingga rasa keinginan untuk tahu keberadaan dan kehidupan mereka , ternyata anak-anak ini adalah anak-anak yang sudah putus sekolah bahkan ada yang belum sekolah ,ungkapnya.

“Menurutnya,mereka ini adalah anak-anak generasi penerus bangsa ,yang harus di perhatikan juga , makanya saya merasa terpanggil untuk memperhatikan anak-anak ini,karena biar apapun mereka adalah penerus bangsa, generasi kedepan ,supaya bangsa ini lebih maju ,tentu kita harus memperhatikan anak-anak tersebut, jelas Mangare.

Ia juga katakan dengan rasa keterpanggilan yang sangat dalam ,makanya saya dirikan rumah singgah Sahabat Melindungi ,pada tahun 2019,awalnya saya kontrak tempat ,jauh sebelum adanya virus Corona , dan ada beberapa anak yang tinggal di rumah singgah tersebut,tuturnya.

“Seiring berjalannya waktu,mulai berubah ,ada anak- anak ini yang sudah besar-besar ,jadi usia mereka sudah remaja.Disitu kita membina dan mengajarkan ,serta merubah karakter mereka ,supaya di masa remajanya, tidak akan terlibat dalam aksi kriminal ,karena hidup anak-anak ini di jalanan ,atau mereka bisa saja jadi korban kriminal atau terlibat dalam obat-obatan terlarang , jadi saya merangkul mereka dan bisa di bina serta memberikan pendidikan karakter yang paling utama ,imbuh Mangare.

Lebih lanjut, Mangare juga katakan,pada awal tahun 2009 ,kita masih pembinaan karakter ,kemudian kami memotivasi mereka ,agar mereka mau belajar ,dan sampai saat ini ,kita sudah mendidik dan memberikan pengetahuan untuk anak-anak sampai saat ini , mereka mau belajar.

“Jujur saja ,saya sangat terbatas , dibidang bahasa Inggris dan matematika, di jenjang SMP diusia anak remaja sehingga kami bersinerjik dengan tim dari Sahabat Melindungi ,yang dimana terdiri dari anak-anak muda, seperti Mahasiswa ,Dokter ,dan pembina dari Sahabat Melindungi ini adalah Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Maluku.Jadi kurang lebih ada 35 orang yang tergabung dalam Komunitas rumah Singgah Sahabat Melindungi ,yang siap memberikan pelajaran buat anak-anak ini, tandasnya.

Harap Mangare ,paling tidak kami bisa, memberikan yang terbaik untuk mereka ,agar anak-anak ini bisa membaca dan menulis serta menghitung, dan bisa merubah karakter mereka menjadi anak yang disiplin dan anak yang baik.Walaupun mereka hidup di jalanan ,tapi mereka mempunyai kemampuan , paparnya.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Maluku ,Danny Indey katakan, kami bersama denga AIPDA Edwin Ricardo Mangare beserta tim rumah singga Sahabat Melindungi ,kita sudah lakukan diskusi-diskusi dan membuat peta untuk kebutuhan anak-anak ini , setelah di petahkan kita bagi dua menjadi dua kelompok ,yaitu, ada kelas kecil dan kelas besar .

Ungkap Indey, kita fokus ke baca dan tulis serta menghitung , dan merupakan pengenalan awal dan merupakan kemampuan literasi awal ,untuk anak-anak ini berkembang selanjutnya, ucapnya. (GM-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: