MES bukan Organisasi Eksklusif

Masohi,GLOBALMALUKU.COM | Masyarakat Ekonomi Syariah atau MES bukanlah organisasi eksklusif milik golongan tertentu. Artinya bahwa MES ada untuk seluruh lapisan masyarakat tanpa mengenal latar belakang sosial.

MES merupakan organisasi independen. Tidak terafiliasi dengan salah satu partai politik atau Ormas tertentu dan, MES hadir untuk menjembatani kepentingan semua pihak.
Demikian ditegaskan Ketua Umum MES provinsi Maluku, Hasbullah Toisutta dalam sambutan lisannya pada kegiatan pelantikan dan Rapat Kerja Pengurus Daerah MES Kabupaten Maluku Tengah periode 1442/1445, Sabtu (20/2) di Tribun Lapangan Nusantara Masohi.

“Mes bukan organisasi eksklusif milik Parpol ataupun golongan tertentu, MES hadir untuk seluruh lapisan masyarakat,” tandas Toisutta.
Sebaliknya, dikatakan, MES merupakan wadah yang inklusif dalam menghimpun seluruh sumber daya yang ada. MES hadir untuk membangun sinergi antar pemangku kepentingan dalam rangka pengembangan ekonomi syariah sebagai sistem ekonomi yang berkeadilan dan berlandaskan prinsip-prinsip syariah.
Toisutta berharap, penekanan tentang hal ini penting untuk dijadikan salah satu poin sosialisasi dan konsolidasi MES agar organisasi MES ini bisa ada dan hadir di semua lapisan masyarakat.
“Ajak seluruh pelaku ekonomi akar rumput untuk ikut berpartisipasi dalam upaya pengembangan usaha dengan kerangka ekonomi syariah,” pesannya.

Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan pelantikan dan Raker MES di saat itu.
MES, menurut Bupati merupakan organisasi yang memiliki kesamaan komitmen dengan pemerintah Kabupaten Maluku Tengah dalam konsep pengembangan perekonomian masyarakat.
“Kehadiran MES dipastikan dapat turut mengambil peran dalam program pengembangan ekonomi kerakyatan, ” sebut bupati.
Tentang prinsip ekonomi syariah,
Bupati menyatakan, sudah dijalankan di lingkungan pemerintah Kabupaten Maluku Tengah. Salah satunya adalah dengan mendorong pengambilan zakat dari kalangan PNS muslim.
“Program ini sudah berjalan. Zakat dari gaji PNS Muslim langsung dipotong dari gaji mereka. Selanjutnya, zakat ini oleh pemerintah disalurkan kepada warga kurang mampu, ” urai Bupati.
Sebagaumana dikemukakan Ketua Umum MES tentang garis besar organisasi, bupati berharap, masyarakat secara luas dapat memaknai MES secara benar demi optimalnya upaya pengembangan perekonomian keluarga, dan secara luas, pengembangaan daerah kedepan. (GM-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: