Wamen ATR Tuntaskan Tiga Ganda pada Kunker Sehari di Malteng

GLOBALMALUKU.COM, MASOHI – Wakil Menteri (Wamen) Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia, Surya Tjandra, mengunjungi Kecamatan Teon Nila Serua (TNS) dan Negeri Tananahu Kecamatan Teluk Elpaputih dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (23/2).
Wamen juga menghadiri sekaligus Kegiatan Rapat Koordinasi Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kabupaten Maluku Tengah yang dipusatkan di Gedung Baileo Soekarno, Masohi.
Pantauan GLOBALMALUKU.COM, persoalan konflik penguasaan atas tanah masyarakat menjadi topik utama Wamen menemui langsung masyarakat di Kecamatan kecamatan TNS. Sementara kunker ke Negeri Tananahu dalam kaitannya dengan eksistensi PTPN XIV Awaiya bagi daerah dan masyarakat. Sekaligus mendengar langsung suara hati masyarakat Negeri Tananahu tentang hasrat untuk tidak lagi memberikan ijin HGU atas tanah mereka kepada PTPN XVI awaiya.


Dua masalah besar ini juga dititipkan kepada jajaran di lingkup kantor Pertanahan Kabupaten Maluku Tengah Masohi untuk dibahas dalam Rakor GTRA Kabupaten Maluku Tengah tahun 2021.
pembukaan rakor GTRA oleh Wamen Surya Tjandra merupakan rangkaian akhir kegiatan kunker saat itu.
Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua mengapresiasi kehadiran Wamen Surya Tjandra di Kabupaten bertajuk Pamahanunusa.
Diharapkan persoalan pelik terkait konflik agraria di Kabupaten tertua di Provinsi Maluku ini bisa terselesikan.
“Ini merupakan momentum strategis sekaligus sangat penting untuk memberikan harapan dan solusi kepada Pemerintah Daerah dan khususnya masyarakat Teon Nila Serua dalam upaya menyelesaikan berbagai permasalahan agraria di negeri ini,” seru Tuasikal dalam sambutannya saat Kunker Wamen Surya Tjandra di balai pertemuan Kantor Kecmatan TNS saat itu.
Harapan senda juga diharapkan bisa lahir usai kunker di Negeri Tananahu. Sebagaimana keinginN masyarakat agar Hak Ulayat Negeri Tananahu dikembalikan pasca kontrak Hak Guna Usaha (HGU) oleh PTPN XVI.
“Semoga keinginan masyarakat untuk dapat memanfaatkan kembali lahan mereka untuk keperluan perluasan kawasan permukiman dan pengembangan lahan pertanian bisa terealisasi, ” harapnya.
dan oleh masyarakat untuk memperluas pemukiman masyarakat maupun pengembangan lahan pertanian. (MYX)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: