Investasi di Maluku capai 8, 7 Trilyun di 2019, Gubernur Harapkan Peningkatan di 2021

GLOBALMALUKU. COM, MASOHI – Realisasi investasi di Provinsi Maluku tahun 2019 menyentuh angka Rp. 8,7 Trilyun. Angka ini merupakan akumulasi dari nilai 1.977 proyek yang digelontorkan ke Maluku.

Terdiri atas, investasi Penanaman Modal Asing (PMA) srbanyak 24 proyek dengan nilai Rp. 2.19 Trilyun, dan Investasi Penanaman Modal Daerah PMDN sebanyak 1.953 paket proyek dengan nilai Rp. 6.560 trilyun.
Imbas positif dari Investasi dimaksud adalah,
terserapnya tenaga kerja di Tahun 2020 sebanyak 18.558 orang.

Demikian dipapaskan Gubernur Maluku Murad Ismail dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan Provinsi Maluku Saleh Thio Pada kegiatan Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP) tingkat Provinsi Maluku, Selasa (3/3) di Baileo Soekarno, Masohi.
Demikian dasarcapaian DPMPPTSP yang diharapkan dapat dijadikan acuan bagi peningkatan capaian pada tahun 2021 ini.
“Capaian ini seyogyanya harus dijadikan catatan untuk dapat ditingkatkan di tahun ini. Caranya, dengan meningkatkan iklim investasi di Provinsi Maluku,” seru Gubernur.
Apa saja yang perlu ditingkatkan demi meraih capaian yang maksimal di masa mendatang ?
Adalah, diantaranya, menciptakan kondusifitas iklim investasi dengan mewujudkan One Top Service, dan, mempercepat pembangunan dan penyediaan infrastruktur penunjang kegiatan investasi di daerah.
“Termasuk, meningkatkan profesionalitas SDM aparatur pemerintah dibidang pelayanan perizinan, meningkatan sistem pelayanan perijinan, meningkatkan efektivitas pelaksanaan kegiatan promosi investasi ke dalam dan luar negeri, serta meningkatkan pelayanan informasi berbasis elektronik. Perlu pula peningkatan pengendalian dan pengawasan penanaman modal di daerah, dan peningkatan kualitas data potensi dan peluang investasi serta informasi penanaman modal di Daerah,” rincinya.
Gubernur dalam sambutannya juga mengingatkan tentang persaingan yang semakin ketat antara daerah dalam upaya menarik investor dengan cara memberikan berbagai kemudahan guna menggairahkan minat investor untuk berinvestasi.
Lantaran itu, diharapkan, pola pikir para pimpinan OPD harus diubah. Baikditingkat provinsiMaluku maupunKabupaten / Kota.
“Karena itu, Rapat Forum OPD ini harus dapat melahirkan konsep, ide dan gagasan yang kontekstual sesuai dengan tujuan dari penyelenggaraan rapat ini, sehingga berdampak bagi pertumbuhan ekonomi, penurunan angka kemiskinan dan penyerapan tenaga kerja di Provinsi Maluku,” serunya.
“Dengan semangat kerja keras dan motivasi yang tinggi, kita dapat merubah kendala menjadi tantangan, tantangan menjadi peluang dan dari peluang menjadi keberhasilan,” yakinnya. (MYX)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: