Panen Gabah kering petani menumpuk, Ini Langkah yang diambil Distanhorti

GLOBALMALUKU. COM,MASOHI – Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distanhorti) berkoordinasi dengan Dinas Kesejahteraan Sosial dalam upaya mengurai penumpukan hasil panen gabah milik petani di Kecamatan Seram Utara Timur Kobi dan Seram Utara Timur Seti.

Koordinasi yang dilakukan melahirkan kesepakatan, penggunaan beras hasil panen petani di wilayah untuk dialokasikan bagi masyarakat penerima bantuan beras Program Keluarga Harapan (PKH).
“Beras yang nanti dilsalurkan bagi penerima PKH adalah beras hasil panen petani di Kecamatan Seram Utara Timur Kobi dan Seram Utara Timur Seti. Itu hasil koordinasi dengan Dinas Sosial, ” ungkap Kadistanhorti, Arsyad Slamat kepada GLOBALMALUKU.COM kemarin.
Koordinasi dengan Dinas Kesejahtaraan Sosial ini sejatinta merupakan opsi lain dari upaya pihaknya memastikan penumpukan hasil panen gabah petani terserap.
Beroperasinya gudang beras milik Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Maluku yang berada di Seram Utara Timur Kobi sejatinya sudah dapat mengatasi tuntas persoalan melimpahnya hasil panen gabah petani.
Sayangnya, gudang beras dimaksud belum bisa beroperasi. Belum tersedianya jatingan listrik menjadi kendala yang belum teratasi hingga saat ini.
“Persoalan pengoperasian gudang beras bulog kewenangan instasi lain. Kewenangan kita adalah memastikan penumpukan beras bisa terurai, ” elaknya.
Arsyad memaparkan, pada Februari dan Maret 2021 mendatang, petani di kecamatan Seram Utara Timur Kobi akan melakukan panen gabah kering kering.
Itu artinya bahwa penumpukan gabah hasil panen petani akan makin menggunung. Dan, petani akan merugi sebab kualitas beras akan makin menurun bahkan rusak bila terlalu lama menumpuk.
“Februari dan Maret ini, akan ada panen gabah kering sebanyak 11.819 ton dari luasan sawah 2.000 Ha sawah. Bila hasil panen yang ada tudak juga terserap, maka sudah tentu petani akan merugi. Beroperasinga gudang beras bulog adalah solusi terbaik mengatasi persoalan menumpuknya hasil panen gabah petani, ” pungkasnya. (MYX)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: