Pempus Pernah Merestui Pembangunan Lapter Baru

GLOBALMALUKU.COM, MASOHI – Opsi pembangunan Lapangan Terbang (Lapter) baru menyikapi lambannya perjuangan pembebasan lahan guna penambahan panjang Lapter Amahai sudah pernah mengemuka. Bahkan, Opsi ini pernah ditawarkan kepada pemerintah pusat dan sudah mengantongi restu pemerintah pusat melalui Dirjen Kementrian Perhubungan Udara.
Hanya saja, opsi memperjuangkan penambahan panjang landasan pacu lebih didahulukan kala itu.
“Saat Maluku Tengah dipimpin oleh Karetaker bupati, perjuangan pembangunan lapter baru sudah dilakukan hingga ke kementrian Perhubungan. Opsiini bahkan mendapat sambutan hangat oleh kementrian, ” ungkap sumber media GLOBALMALUKU.COM.
“Saat perjuangan pembebasan lahan guna perpanjangan landasan pacu lapter Amahai, opsi ini lambat lain dilupakan. Tapi intinya, perjuangan sudah dilakukan, ” tambah sumber.
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Amahai, Januaris Seralurin saat dikonfirmasi, membenarkan informasi tersebut.
“Itu benar. Tim sembilan bentukan pemerintah Kabupaten Maluku Tengah yang didalmnya adalah UPBU amahai pernah memperjuangkan hal tersebut ke Kementrian. Saat itu bersama Karteker Bupati saat itu, Bpk Saleh Thio, ” tandasnya.
“Benar bahwa respon pemerintah pusat sangat baik. Pempus bahkan siap menangani persoalan penganggarannya, ” tambah Januaris.
Terkait informasi tersebut, Januaris mengungkapkan pandangannya tentang pentingnya mewujudkan opsi yang ada ketimbang mengurusi penambahan panjang lapter amahai saai ini.
“Perjuangan pembebasan lahan guna maksud penambahan panjang lapter, belum menunjukan progres positif. Saling klaim lahan antar pemerintah Negeri Soahuku dan TNI AU belum menunjukan perkembangan yang menggembirakan. Jadi Opsi pembangunan lapter baru tentu akan lebih mudah dilakukan. Karena pedtama, sudah tentu persoalan pembebasan lahan akan diselesaikan didepan, sebelum proses pembangunan dilakukan, ” tukasnya.
Ditanya soal lokasi baru yang tepat untuk rencana pembangunan lapter baru, Januaris menyebut, persoalanteraebut bisa dibahas selanjutnya.
“Saat ini, tinggal kemauan pemkab Malteng dulu. Soal lokasi, itu persoalan teknis yang bisa dibahas kemudian, ” tandas Januaris. (MYX)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: