Tiga Skenario dijalankan pada US Tingkat SMA/SMK Tahun 2021

GLOBALMALUKU.COM, MASOHI – Ujian Sekolah Tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Maluku Tengah, Senin (15/3) terlaksana dalam tiga skenario, Daring atau dalam Jaringan, Luring atau Luar Jaringan, dan pelaksanaan dua skenario secara bersamaan.

Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Maluku di Kabupaten Maluku Tengah mencatat, seluruh sekolah tingkat SMA/SMK di Maluku Tengah menyelenggarakan Ujian Sekolah di hari yang sama, namun, tidak semua sekolah menjalankan skenario Daring atau Dalam Jaringan dalam pelaksanaan US.
“Total ada 93 sekolah. 79 Sekolah Menengah Atas dan 14 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Ada yang melaksanakan Ujian Sekolah Berbasis Pensil Kertas (USPK) dan Adapula yang melaksanakan Ujian Berbasis Komputer (USBK). Ada sekolah yang menjalankan skenario Daring dan adapula yang Luring. Bahkan ada sekolah yang menjalankan keduanya, ” kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Maluku di Maluku Tengah, Jabir Tomagola kepada GLOBALMALUKU. COM di ruang kerjanya.
Pelaksanaan US dengan skenario Luring dalam praktenya adalah, siswa hadir di sekolah dan mengikuti US di ruang kelas dibawah pengawasan Guru laksana pelaksanaan US sebelum pandemi covid-19.
Meski demikian, Tomagola mengklaim, pelaksanaan seluruh US mengaplikasikan protokol kesehatan atau prokes. Berupa, menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak aman selama berada di areal sekolah.
“Mayoritas sekolah di dalam Kota Masohi melaksanakan secara Daring. Sementara di luar Kota, hampir seluruhnya menggunakan sistim Luring atau Luar Jaringan. Dimana siswa hadir di sekolah dan mengikuti US di ruang kelas. Adapula yang menjalankan keduanya, Daring, juga Luring.
Tapi pada hakekatnya, seluruh proses US baik melalui skenario Daring maupun Luring, menjalankan protokol kesehatan. Satu ruang kelas hanya diisi maksimal 15 sampai 18 orang siswa saja, ” ujarnya.
Sekolah Menengah Atas (SMA) 4 Masohi merupakan salah satu sekolah yang melaksanakan US dengan skenario daring dan luring.
Kepala Sekolah SMA 4 Masohi, Yusuf Tuaewa menyebut, pelaksanaan dua skenario dalam US merupakan upaya sekolah memaksimalkan prosea US.
“US dengan skenario Luring kita berlakukan bagi siswa yang tidak memiliki perangkat android. Tapi siswa siswa yang memiliki android tetap mengikuti US dengan skenario Daring, ” katanya.
“Siswa peserta USBK SMA 4 Masohi tahun 2021 ini berjumlah 272 orang. 7 orang siswa diantaranya mengikuti US secara luring karena keterbatasan peralatan daring berupa android,” urainya.
Tuaewa menyebut, pihaknya terus berupaya memaksimalkan jalannya proses belajar mengajar.
Meski di tengah merebaknya virus Covid-19, managemen sekolah tetap berupaya agar siswa dapat tetap mengakses pendidikan dengan baik.
Pada hari biasa (diluar pelaksanaan US) sekolah membuka akses bagi seluruh siswa untuk memanfaatkan jaringan Wifi milik sekolah untuk proses Belajar mengajar.
“Kita juga menyediakan semua fasilitas protokol kesehatan bagi siswa maupun guru yang ingin mengakses internet dalam proses belajar mengajar. Masker bagi siswa maupun guru, alat pengukur suhu, sarana cuci tangan dan disinfektan disediakan sekolah. Target utamanya adalah agar proses belajar mengajar dapat berjalan secara optimal,” tutup Tuaewa. (MYX)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: