DBH sawit,  masuk Rekening Bank Negeri

GLOBALMALUKU,COM, SETI – Hanya berselang sehari pasca realisasi secara simbolis oleh PT Nusaina pada Selasa (23/3), Dana Bagi Hasil (DBH) sawit oleh PT Nusaina kepada pemerintah Negeri Kobi dan Pemerintah Negeri Seti sudah  terakumulasi dalam saldo rekening Bank milik pemerintah  negeri.

Kepala Pemerintah Negeri Kobi Mustafa Kiahaly didampingi Ketua Saniri, Iskandar Kiahaly dan Kepala Pemerintah Negeri  (KPN) Maneo Nikolaus Boiratan yang didampingi ketua saniri Esli Ipaana mengungkapkan hal ini kepada pers di Negeri Seti Kecamatan Seram Utara Timur Seti, Rabu (24/3).

“Dana Bagi Hasil sawit sudah masuk ke rekening bank milik Negeri,” ungkap KPN Seti Nikolaus Boiratan yang ditimpali KPN Kobi Mustafa Kiahaly sembari menampilkan bukti buku rekening bank milik negeri masing-masing.

Sebagaimana tertera di saldo rekening bank BRI milik kedua negeri,   Total anggaran DBH yang diterima dua negeri berjumlah Rp. 4.589.816.392.  Rinciannya,  Saldo rekening Bank Negeri Maneo tercatat sebesar Rp. 2.300.000.000 dan saldo Negeri Kobi sebesar Rp. 2.289.816.392.

Raja Kobi,  Mustafa Kiahaly mengungkapkan, realisasi DBH sawit oleh PT Nusaina sudah lama dinantikan oleh masyarakat.  Namun,  karut marut persoalan status kepemilikan atas lahan kemitraan dengan perusahaan terus berlanjut.

Baru,  ketika ada campur tangan pemerintah Kabupaten Maluku Tengah serta  konsistensi perusahaan untuk mensejahterakan masyarakat hukum adat di dua negeri, permasalahan yang ada dapat diselesaikan, dan realisasi anggaran DBH bisa berlangsung.

“Terima kasih kami sampaikan kepada pemerintah Kabupaten Maluku Tengah yang telah memfasilitasi Proses identifikasi lahan kemitraan dengan PT Nusaina yang ditanami Kelapa Sawit. Terima kasih juga kepada PT Nusaina  yang telah merealisasikan pembayaran DBH sawit yang sudah lama dinantikan masyarakat” ucap Kiahaly.

Kepada per, baik Kiahaly maupun Boiratan bertekat secepatnya menyalurkan anggaran DBH dari PT nusaina kepada  pihak penerima manfaat.  Yakni, masyarakat Negeri selaku para pemilik hak ulayat, dan,  pihak lain yang merupakan pemilik lahan yang dapat dibuktikan dengan dokumen kepemilikan yang sah secara hukum.

“Secepatnya kita salurkan. Tapi,  sesuai dengan mekanisme,” ucap keduanya.

Melihat komitmen PT Nusaina untuk menyejahterajan masyarakat lewat realisasi DBH, baik pemerintah negeri Kobi maupun Maneo bertekat untuk membicarakan Pemanfaatan seluruh luasan lahan yang disepakati dalam komitmen kemitraan bersama dengan perusahaan.

“Kita akan bicarakan dengan perusahaan untuk melakukan penanaman pada seluruh luasan lahan yang ada, ” ikrar  Kiahali dan Boiratan.  (MYX)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: