Peduli Pendidikan Anak Bangsa, PT Nusaina Group Operasikan Sekolah TK/PAUD dan SD Nusaina Manise

SUB,GLOBALMALUKU.COM – PT Nusaina Group mendirikan sekolah TK/PAUD dan Sekolah Dasar (SD) di kawasan perkebunan Kelapa Sawit Negeri Latea Kecamatan Seram Utara Barat (SUB). Tepatnya, di lokasi afdeling 1 wilayah 2.

Tidak sebatas mendirikan fisik bangunan sekolah saja, PT Nusaina juga memfasilitasi perekrutan tenaga pengajar, menanggung pembiayaan seluruh proses belajar mengajar di sekolah.
Termasuk gaji dan hak-hak tenaga pengajar yang mengacu pada Standar Upah Minimum Provinsi (UMP). Seluruh kebutuhan pendidikan siswa di sekolah tidak dipungut sekolah namun ditanggung oleh pihak perusahaan.
“Sekolah TK/PAUD dan SD Nusaina Manise namanya. Seluruh anggaran pembiayaan, mulai dari pembangunan hingga operasional sekolah, termasuk honor tenaga pengajar dibiayai oleh PT Nusaina.
Semua pembiayaan pendidikan siswa digratiskan oleh perusahaan. Sekolah ini dibangun pada tahun 2019, namun secara resmi beroperasi, baru pada Juni 2020,” ungkap Manager Personalia yang juga Pimpro PT Nusaina Abdul Muuti Rahawarin di Latea, 25 Maret 2021.
Rahawarin menyatakan, pembangunan sekolah digagas dengan harapan dapat menjamin akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat.
Karena itulah, pihaknya berupaya secara maksimal sejak awal pembentukan, perekrutan tenaga pengajar yang berkualitas, dan, terus mengoptimalkan komunikasi dan koordinasi dengan Dinas Pendidikan guna memastikan akses maksimal pendidikan bisa diaplikasikan di lingkungan sekolah Nusaina Manise.
“Sekolah ini kedepan diharapkan jadi sekolah unggulan di Maluku Tengah. Karena itu, semua proses menuju itu kita maksimalkan, ” ucap Rahawarin.
“Seluruh proses kegiatan belajar mengajar kita danai. Tudak ada pungutan dalam bentuk apapun bagi siswa sekolah, karena semua dibiayai oleh perusahaan, ” tukasnya.
Rahawarin mengisahkan, pembangunan sekolah merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap anak-anak karyawan di lingkungan perkebunan kelapa sawit PT Nusaina.
Betapa tidak, untuk bisa mengakses pendidikan, mereka harus menempuh jarak yang relatif sangat jauh dan penuh resiko.
“Kondisi ini kemudian disikapi langsung oleh bapak Direktur dengan memerintahkan pembangunan fasilitas gedung sekolah sekaligus penyediaan tenaga pengajar dan seluruh keperluan untuk beroperasinya sekolah, ” kisah Rahawarin.
Data yang dikantongi GLOBALMALUKU. COM dari managemen sekolah, total jumlah siswa di dua sekolah ini sebanyak 92 orang.
Jumlah ini teridiri atas jumlah siswa TK PAUD sebanyak 44 orang, dan siswa SD sebanyak 48 orang.
Sementara itu Wakil Kepala Sekolah Nusaina Manise, Jamaludin Lakuanine berkomitmen mewujudkan asa perusahaan untuk menjadikan dua sekolah yang ada menjadi sekolah unggulan.
“Kami akan berusaha semaksimal mungkin agar sekolah ini menjadi sekolah unggulan,” tandas Jamaludin.
Komitmen ini diawali dengan mendorong pelaksanaan Kurikulum 2013 (K13) dalam proses belajar-mengajar di sekolah.
Sebagaimana sasaran dari Kurikulum 13 adalah mendorong secara bersama aspek pengetahuan, keterampilan, dan aspek sikap dan perilaku siswa.
“Kita tidak menggunakan KTSP, tapi kurikulum 2013. Dengan begitu, bukan saja meningkatnya pengetahuan siswa yang kita dorong, tapi aspek keterampilan. Sikap, dan perilaku juga. iInsyaallah, sekolah ini bisa jadi sekolah unggulan, ” tutup Lakuanine. (MYX)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: