Berada pada Transisi Musim, warga Dimintakan Waspada Cuaca Ekstrim

Masohi,GLOBALMALUKU.COM – Kondisi klimatologis di wilayah Kabupaten Maluku Tengah sementara berada pada masa transisi dari kemarau ke musim hujan.

Pada rentang waktu ini, akan terjadi ketidak stabilan masa udara di atmosfer yang berpengaruh terhadap perubahan kondisi cuaca normal secara tiba-tiba sebagaimana yang terjadi beberapa hari terakhir.
Demikian dikatakan Kepala Stasiun Meteorologi Kabupaten Maluku Tengah, Frans Latuny kepada pers di ruang kerjanya, Senin, (5/4).
“Kita sementara berada pada masa transisi dari kemarau ke musim hujan. Karena Itu, perubahan cuaca ekstrim sering terjadi. (Saat cuaca panas, tiba-tiba terjadi hujan, dan sebaliknya) ,” jelas Latuny.
Dijelaskan, puncak musim hujan baru akan terjadi pada rentang bulan Juni hingga Agustus mendatang. “Jadi, masa transisi musim dari kemarau ke hujan ada pada rentang waktu Maret hingga Mei nanti. Kita berada pada masa transisi tersebut. Masa, Transisi dari hujan ke musim kemarau ada pada periode bulan September,” tuturnya.
Dikatakan, perubahan cuaca secara ekstrim di masa transisi, akan berpotensi mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi. Seperti, Banjir, tanah longsor, pohon tumbang dan bencana lainnya seperti angin kencang yang menyebabkan gelombang tinggi.
Lantaran Itu, Latuny berharap, masyarakat tetap waspada agar terhindar dari bencana.
Sebagai wujud Ikhtiar, masyarakat dimintakan dapat selalu mengakses infomasi cuaca terkini sebelum melakukan aktifitas sehari-hari.
“Di media sosial bisa diakses melalui (bmkg_malteng; face book, instagram, whatsapp). Di website bmkg (www.bmkg.go.id) Informasi Cuaca yang kami kelurkan berupa informasi cuaca dan Gelombang baik harian, 3 harian, mingguan bahkan peringatan dini cuaca ekstrim dan peringatan dini Gelombang,” papar Latuny.
Lebih jauh, Latuny menjelaskan, musim penghujan akan di tandai dengan kejadian hujan minimal 50 ml perbulan. Kondisi ini akan berlanjut selama 2 dekade berturut-turut atau dalam 20 hari terjadi hujan secara terus-menerus.
Diterangkan juga tentang dua musim berbeda yang terjadi secara bersamaan di wilayah pulau seram. Yakni pada wilayah Seram bagian Utara Dan Seram bagian Selatan.
“Di wilayah selatan, puncak musim hujan ada di bulan Juni-Agustus. Kondisi pada dua wilayah ini terbalik. Ketika di bagian selatan musim hujan, maka di bagian utara musim kemarau,” tutupnya. (MYX)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: