Ketua DPC FSB – NIEKUBA Kab.Malteng : Jossy Tuhuleruw. “ Perusahaan Wajib Membayar THR “

Masohi, GLOBAL MALUKU – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Federasi Serikat Buruh (FSB) Niaga, Informatika, Keuangan, Perbankan, & Aneka Industri (NIKEUBA),

menyerukan pengawasan ketat realisasi Tunjangan Hari Raya (THR) Idul Fitri tahun 2021.
Kepastian realisasi, besaran, dan waktu penyaluran hingga masalah kepatutan perusahaan terhadap kebijakan pembolehan penundaan dan cicilan THR bagi karyawan adalah vokus dari pengawasan dimaksud.
“Pastikan realisasi THR tidak melenceng. THR harus direalisasikan tepat waktu dan tepat jumlah,” serunya kepada media ini di ruang kerjanya, Masohi, (30/04/2021)
Sejatinya, menurut dia, bila semua pengusaha bertindak jujur, realisasi pembayaran THR tidak perlu dikhawatirkan. Sebabnya, tidak perlu diawasi.
Namun kenyataan, fakta di lapangan, mengungkapkan masih adanya kecenderungan pengusaha ingkar dari kewajibannya. Dan, terdampak covid-19 dijadikan dalil oleh perusahaan
” Perusahaan yang beralasan terdampak covid-19 harus mampu menunjukan laporan keuangan selama dua tahun terakhir. Pengusaha wajib melaporkan pembicaraan bipartit ke Dinas Ketenagakerjaan h-7 karena kelonggaran hanya sampai h-1 Hari Raya Idul Fitri,” tegasnya.
Untuk diketahui, pembayaran THR mengacu pada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang THR Keagamaan Bagi Pekerja atau Buruh di Perusahaan.
Dalam ketentuan tersebut, ditegaskan bahwa pengusaha wajib membayar THR maksimal h-7 Hari Raya.
THR merupakan pendapatan non upah yang sifatnya wajib dibayarkan perusahaan kepada pekerjanya. Besarannya, sesuai dengan besaran gaji yang diterima.

(MYX)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: