Masohi, GLOBALMALUKU.COM – Orang tua salah satu calon pasien Poliklinik Gigi di RSUD Masohi, terpaksa membawa pulang anaknya.

Niat untuk memperoleh layanan kesehatan dari satu-satunya rumah sakit pelat merah di Kota Masohi ini diurungkan pasca dihadapkan dengan pemberlakuan biaya SWAB senilai Rp. 350 ribu.
“Kami dimintai anggaran untuk pemeriksaan Swab senilai Rp. 350 ribu. Pemeriksaan SWAB adalah tahapan wajib untuk semua pasien RSUD Masohi.
Kondisi ini diutarakan oleh Adjlan, orang tua calon pasien RSUD Masohi kepada GLOBALMALUKU.COM, Senin (3/5).
“Kita tidak jadi memeriksakan anak kita di RSUD Masohi. Alasannya, ada biaya tambahan untuk SWAB yang menurut kita tidak wajar,” tandas keluarga korban.
Besaran nominal sejatinya bukan persoalan bagi keluarha calon pasien, Tapi kenapa masih diberlakukan penagihan biaya SWAB bagi pasien, itu yang jadi persoalan.
Pihak keluarga dari kalangan kelompok ekonomi menengah ini dinilai sangat mebebani. Apalagi, pihak keluarga sudah sangat melek dengan dinamika penganggaran di covid-19 di pemkab malteng.m untuk pencegahan dan oenanganan Covid-19 di linfkungan pemiab Malteng.
“Yang kita tahu, pemeriksaan swab sudah tidak ditagih lagi karena sudah ditanggung pemerintah Kabupaten Maluku Tengah. Kondisi ini kita alami langsung,” ungkapnya.
“Itulah, kenapa kita memutuskan untuk tidak lagi memeriksakan anak kita di RSUD Masohi,” timpalnya.
Kondisi yang dialami menurut keluarga, sangat disayangkan. Sebab, akan berimplikasi terhadap keengganan pasien menjalani perawatan medis di RSUD Masohi.
“Kalau kondisinya sepert ini, suatu saat, akan berpikir dua kali untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di RSUD Masohi.
“Dampaknya, angka mortalitas akan meningkat, bukan karena pandemik Covid-19, Tapi karena mahalnya biaya pelayanan kesehatan. Bagi masyarakat kalangan ekonomi lemah, tidak ada biaya swab saja, mereka sudah kewalahan dengan biaya hidup yang terus meningkat. Orang sakit pada akhirnya akan pasrah dengan sakit yang diderita. Mereka akan memutuskan untuk menyerahkan diri kepada ajal ketimbang datang ke rumah sakit untuk menjalani perawatan medis,” kuncinya.
Direktur RSUD Masohi, Ursula Surjastuty yang dimintai keterangannya membantah adanya biaya untuk swab atau sejenisnya bagi calon pasien.
“Tidak ada biaya untuk itu,” belum berhasil dimintai keterangannya terkait fakta yang ada.
Dijelaskan, pembebanan biaya hanya saat ada penindakan atau perawatan saja. Itupun, hanya untuk pasien umum atau non BPJS Kesehatan.
“Kalau pasien BPJS, sama sekali tidak ada biaya. Baik untuk prosedur covid-19 maupun penindakan,” jelasnya.
Ursula enggan menanggapi pernyataan pihak keluarga calon pasien terkait. Namun, dirnya memastikan telah mengonfirmasi jajaran petugas medik RSUD Masohi guna memastikan informasi yang disampaikan keluarga pasien kepada media ini.
“Untuk pasien poliklinik gigi, memang diwajibkan untuk menjalani Rapid Antibody.
Namun, tidak ada biaya untuk itu. Semuanya gratis. Tidak ada biaya apapun untuk pemeriksaan Rapid antibody.

(MYX)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: