Jelang Momen Kebangkitan Nasional, Koramil Kairatu Ajak Masyarakat Bangun Jiwa Sportifitas

SBB, GLOBALMALUKU.COM – Danramil 08/Kairatu Kodim 1502/Masohi Kapten Arm Ismail Lestaluhu dalam peringatan 113 tahun Hari Kebangkitan Nasional mengajak para pemuda di wilayah binaannya mealalui Babinsanya untuk menyatukan aksi dalam mengatasi membangun semangat dan memiliki jiwa pejuang yang tangguh serta memiliki jiwa sportifitas yang tinggi terlebih dimasa pandemi saat ini dengan melibatkan generasi muda. Seperti yang dilakukan oleh Sertu Damra Pellu Babinsa bersama Sertu La Saljum dan Serda Jacob Leowol yang tengah mengajak dan mendorong para generasi muda mengikuti kompetisi sepak bola antar Angkatan di lapangan. Sepak Bola Tapirono Desa Latu, Kec Amalatu, Kab Seram Bagian Barat. Rabu sore (19/05/21).

Menjelang hari Kebangkitan Nasional pada tanggal 20 Mei 2021, Terlebih masa pandemi belum usai ini agar semua pihak dapat menghilangkan ego dan perbedaan kepentingan sektoral di hari kelahiran Budi Utomo (BU) 20 Mei besuk. “Penunjukan hari kelahiran Budi Utomo 20 Mei 1908 sebagai Hari Kebangkitan Nasional harus dilihat sebagai upaya Bung Karno mencari ikon yang bisa diterima semua pihak untuk menggalang persatuan nasional ketika republik muda yang dia pimpin menghadapi agresi Belanda di satu sisi, sementara di sisi lain anak-anak bangsa ketika itu juga sedang dilanda ancaman gesekan politik maupun perbedaan pandangan yang menimbulkan kerapukan bangsa” jelas Dandim 1502/Masohi Letkol Inf Nunung Wahyu Nugroho,S.E, M.Si dalam keterangannya. Dandim 1502/Masohi pun mengajak semua pihak untuk melihat konteks dipilihnya kelahiran organisasi Budi Utomo oleh Bung Karno sebagai ikon peringatan Hari Kebangkita Nasional ini dengan menangkap kesamaan konteks yang terjadi pada 1948 dengan konteks kekinian ketika Indonesia menghadapi pandemi COVID-19. “Jika dulu musuh bersama yang dihadapi anak bangsa adalah agresi Belanda yang sejak berabad-abad sebelumnya mempraktektak politik divide et impera, kini musuh bersama kita adalah wabah penyakit menular COVID-19. Jika dulu bangsa kita bisa bersatu, apa alasan kita sekarang tidak bersatu bahkan cenderung saling menyalahkan di tengah penderitaan yang dialami secara nasional?” jelas Dandim Letkol Wahyu Nugroho.

Dengan pertandingan bola antar Tim tingkat Desa inilah sebagai wadah untuk membagun dan melatih jiwa kompetisi positif, persatuan dan kesatuan serta menggali potensi kemampuan dan bakat para generasi muda ditengah Pandemi namun masih memiliki jiwa semangat untuk berjuang dalam meningkatkan kualitas generasi muda di wilayah Seram Bagian Barat, Juga sebagai sarana untuk melatih menurunkan ego sektoral kita juga di saat susah akibat pandemi COVID-19?”. (JT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: