Provinsi Maluku Mempunyai 62 Bahasa Daerah, Dan Hampir Punah

Ambon, GLOBALMALUKU.COM – Penduduk Provinsi Maluku 1,8 juta jiwa dan mempunyai 62 Bahasa yang berbeda-beda , dari setiap kabupaten kota yang ada di Provinsi Maluku.

Pada kegiatan peningkatan kompetensi berbahasa Indonesia bagi sejumlah wartawan media daring di kota Ambon .

Hal ini di sampaikan Kepala Kantor Bahasa Provinsi Maluku Sharul, bahwa untuk bahasa daerah perlu kita mendorong adanya regulasi berupa peraturan daerah (perda), untuk melindungi bahasa daerah agar tidak punah.

Sharil menyampaikan pada sejumlah awak media daring ,harus adanya penguatan dan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar saat memberikan materi pada kegiatan peningkatan kompetensi berbahasa Indonesia di hotel Pasific Senin (14/6/2021).

Dirinya katakan, di Maluku ada sekitar 65 bahasa daerah dan provinsi terbanyak ke-4 setelah Papua yang memiliki 326 bahasa, 102 di Papua Barat dan 71 bahasa di Nusa Tenggara Timur. Namun, di seluruh Indonesia, hanya di Jawa dan Sumatra yang memiliki regulasinya.

Baru ada 13 provinsi di Indonesia yang memiliki Perda tentang perlindungan bahasa.

“ Indonesia Bagian timur memiliki Bahasa daerah terbanyak di Indonesia Timur.

Untuk saat ini kami sementara berjuang supaya pemda ,membuat peraturan daerah tentang perlindungan bahasa daerah,” tuturnya .

Dalam kegiatan tersebut , Kepala Kantor Bahasa Provinsi Maluku, Sahril ,memberikan cenderamata kepada kepala Dinas Infokom Provinsi Maluku Semmy Huwae.

Menurut Kepala Dinas Infokom Provinsi Maluku Unesco, bahasa daerah akan punah jika jumlah penuturnya dibawah 10.000 orang,ungkapnya.

Maluku hanya mempunyai 9% bahasa komunitas yang menggunakan bahasa daerah, Jika tidak dilindungi, kekayaan bahasa daerah ini akan hilang.

Bahasa adalah aset bangsa.Keberadaan bahasa itu seperti kartu identitas yang dibawa sehari-hari. Dengan mengekspresikan bahasa tertentu, kita telah menunjukkan siapa diri kita,” tuturnya.

Ia juga menyebutkan bahasa daerah bisa menunjukkan eksistensi melintasi anak bangsa. Bahasa daerah yang dipertahankan di luar tempatnya tetapi nilai rasanya pasti berbeda.

Harapnya kita harus jaga dan melindungi bahasa daerah kita sendiri. (ab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: