Relokasi Opsi Penanganan Bencana di Dusun Mahu dan Negeri Saunulu

Masohi, GLOBALMALUKU.COM – Keselamatan warga yang bermukim di Dusun Mahu Negeri Tehoru dan Negeri Saunulu terancam.

Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,1 SR, Rabu kemarin berdampak pada kerusakan parah rumah dan fasilitas Ibadah di dua wilayah ini. Amblasan dipesisir pantai dan retak tanah yang sudah merambat ke perumahan menjadi kekhawatiran warga.
Parahnya. Kejafian ini terus berulang tiap ada gempa berkekuatan minimal Magnitudo 6 SR.
“Waktu gempa sebelumnya, luas lahan ini hilang sejauh lebih 50 M. Lahan beserta tanaman perkebunan warga warga Jatuh ke laut. Gempa Rabu kemarin. Sekitar 50 M lebih juga amblas ke laut,” ungkap Dharman Patty kepada media ini, Jumat (18/6/2021).
“Gempa yang mengakibatkan patahan juga terjadi pafa 15 tahun lalu. Tepatnya pada 2006 silam. Juga terjadi amblasan tanah. Sudah lebih dari 50 M lahan yang amblas,” rinci Patty.
Yang patut jadi pertimbangan relokasi bukan itu saja. Gempa susulan maaih terus terjadi hingga saat ini meski dengan magnitudo yang makin landai.
Pantauan media ini ancaman amblasan tanah sejauh lokasi retakan yang ada hingga tsunami sangat mungkin terjadi.
Bila ancaman ini benar terjadi, maka lebih dari separuh kawasan perumahan akan ikut amblas.
Warga yang bermukim di wilayah ini, umumnya sudah memutuskan mengungsi ketimbang mempertaruhkan keselamatan mereka dengan tetap menetap di rumah.
Sayangnya, di lokasi pengungsian, tidak senyaman tinggal di rumah.
Karena itu, opsi relokasi audah sepatutnya jadi prioritas dibanding rekonstruksi kerusakan.
“Ini yang harus jadi pertimbangan pemerintah mengupayakan relokasi warga Dusun Mahu dan Saunulu,” tandas Ketua DPC Demokrat Maluku Tengah, Theimailatu Semuel.
“Hanya relokasi solusinya,” timpal Semuel.

Pemerintah Sepakat Relokasi

Terpisah, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah sepakat dengan opsi relokasi terhadap warga Dusun Mahu Negeri Tehoru dan warga Negeri Saunulu Kecamatan Tehoru.
Ancaman bencana patahan maupun Tsunami sangat berpotensi menerjang pemukiman warga di dua wilayah ini.
“Opsi relokasi terhadap warga Dusun Mahu dan Negeri Saunulu memang sudah kita pikirkan,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maluku Tengah Abdul Latif Key kepada media ini, akhir pekan kemarin, (19/6).
“Penanggulangan dampak bencana hingga rekonstruksi terhadap dampak kerusakan memang merupakan program wajib pasca bencana. Dan, itu yang sementara dilakukan. Tapi untuk jangka panjang, relokasi adalah opsi yang sangat tepat,” sambungnya.
Diakuinya bahwa relokasi tidak akan mudah dilakukan. Butuh pengertian baik semua kalangan. Terutama warga yang merupakan objek yang akan direlokasi.
“Pemahaman tentang pentingnya relokasi sangat dibutuhkan. Agar ketika rencana relokasi dieksekusi, tidak lagi ada penolakan,” tandas Latif.
Terkait teknis rencana relokasi, disebutkan dalam waktu dekat akan diusulkan kepada pemerintah pusat. Bersamaan, akan dilakukan sosialisasi rencana relokasi kepada warga. (MYX)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: