Minta ganti PLt Kepsek, Guru dan Pegawai Segel SMAN 17

TNS (Maluku Tengah), GLOBALMALUKU.COM – Proses pendidikan di SMAN 17 Maluku Tengah di Kecamatan TNS Disegel Guru dan Pegawai. Ini merupakan buntut dari demonstrasi menuntut pergantian Pelaksana Tugas (PLt) Kepsek SMAN 17 Malteng, Senin (12/7).

Aksi demonstrasi yang berujung pada penyegelan sekolah, dikemukakan koordinator aksi demo, Jefry Souhoka, merupakan kulminasi dari kekecewaan para guru dan pegawai terhadap kepemimpinan PLt Kepsek Fredrik Nahuwae.

“Selama enam tahun menjabat PLt Kepsek, dinilai tidak mencerminkan sosok kepemimpinan yang baik,” ungkap Souhoka di pelataran kantor Cabang Dinas Pendidikan, Masohi.

 

Usai demonstrasi, para guru dan pegawai menemui Kepala Cabang Dinas Pendidikan untuk melaporkan tentang ikhwal aksi demonstrasi yang dilakukan.

Dikisahkan, PLt Kepsek dalam menjalankan tugas tidak pernah melibatkan pihak lain. Jangankan guru, Wakil Kepala Sekolah yang sejatinya merupakan pelaksana tugas kepsek saja, tidak diberi kewenangan apapun di sekolah.

“Ada Kepsek tapi tidak diberi tanggung jawab apapun. Semua dilakukan sendiri olehnya,” beber Souhoka.

Untuk diketahui, Frederik Nahuwae Menjabat PLt Kepsek SMAN 17 Maluku Tengah (Sebelumnya SMAN 1 TNS) sejak tahun 2016.

Bukan itu saja, ternyata pengelolaan dana maupun bantuan untuk sekolah maupun siswa, semua juga diatur sendiri oleh PLt Kepsek.

“Kita menyebut managemen kepemimpinan “Tukang Bakso”. Kewenangan yang diberikan hanya sebatas administratif saja, semua dilakukan oleh PLt Kepsek,” tandasnya.

“Proyek pembangunan Laboratorium sekolah saja dikerjakan PLt sendiri,” timpalnya.

Sebagaimana tuntutan dalam demonstrasi, yakni penyegelan dan aksi mogok mengajar, dikatakan, proses itu akan terus berlanjut hingga ada pergantian terhadap PLt Kepsek.

“Sampai denga ada pergantian PLt Kepsek,” kuncinya.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tengah Jabir Tomagola menyatakan akan menindak lanjuti sesuai dengan kewenangan yang dimiliki.

“Kewenangan kita hanya sebatas memberikan pertimbangan kepada pimpinan (Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku). Karena itu, kita akan tindak lanjuti dengan memanggil PLt Kepsek untuk meminta klarifikasi terhadap aksi demonstrasi yang dilakukan guru dan pegawai SMAN 17 Malteng,” sebutnya.

Hanya saja, terhadap aksi penutupan akses pendidikan sebagai buntut dari aksi demonstrasi, Dikatakan, akan segera ditindak lanjuti mengingat akses terhadap pendidikan anak bangsa, wajib berjalan.

“Kita segera turun ke sekolah untuk menggagas pertemuan dengan seluruh guru dan pegawai serta warga pendidikan SMAN 17 Malteng agar penyegelan segera dicabut. Demonstrasi tidak jadi persoalan, tapi proses pendidikan tidak boleh dikorbankan,” tegas Tomagola.
(MYX)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: