Bupati sebut BP Jamsostek ikut andil menangani Pandemi Covid-19

Masohi, GLOBALMALUKU.COM – Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua mengutarakan apresiasinya terhadap Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) dalam kaitannya dengan penanganan Pandemi Covid-19.

“BPJamsostek turut membantu pemerintah menangani pandemi covid-19 dengan memberikan perlindungan sosial bagi pekerja di Kabupaten Maluku Tengah. BPJamsostek telah membuktikan kehadirannya bagi masyarakat,” ucap Bupati melalui sambutannya pada kegiatan penyerahan bantuan sembako dan masker kepda peserta BPJamsostek, Kamis (15/ 7).

Bupati berharap, kedepan, lebih banyak manfaat program BPJamsostek yang bisa diaktualisasikan kepada masyarakat.

Sebab, dengan lebih banyaknya perlindungan yang diberikan, maka optimalisasi kinerja bagi kemajuan daerah dapat diwujudkan.

“Salah satu yang menonjol saat ini adalah manfaat promotif preventif. Program ini diharapkan bisa memprovokasi lembaga lain untuk turut melakukan hal serupa,” ktnya.

Berkaca dari manfaat yang bisa diperoleh peserta BPJamsostek, bupati menghimbau seluruh Pimpinan OPD untuk mendorong terdaftarnya seluruh pekerja Non PNS pada unit kerja masing-masing.

“Manfaat BPJamsostek sangat penting untuk melindungi masyarakat pekerja,” pesan Bupati.

 

Terpisah, Kepala BPJamsostek, Zippora Lilian Wallyd kepada GLOBALMALUKU.COM mengungkapkan, bantuan berupa masker dan sembako merupakan bentuk kepedulian BP Jamsostek kepada peserta BPJamsostek.

“Bantuan masker yang disalurkan sebanyak 8000 lembar yang terdistribusi dalam 433 paket bantuan. Sasarannya adalah 18 perusahaan peserta program JHT,” ungkapnya.

“Sedangkan bantuan sembako sebanyak
250 paket. Bantuan ini disalurkan kepada 16 perusahaan. Didalamnya termasuk 181 pegawai pegawai non PNS pada Dinas Lingkungan hidup,” timpalnya.

Dalam kesempatan itu, Zippora menyampaikan apresiasi positifnya kepada Dinas Lingkungan Hidup selaku Dinas Teknis yang pertama mendaftarkan program pegawainya pada program jaminan hari tua di Maluku.

“Dinas Lingkungan Hidup jadi contoh bagi dinas lainnya dalam memberikan perhatian bagi pegawai,” serunya.

Dijelaskan, dengan mengikuti program Jaminan Hari Tua, pegawai tidak hanya berhak menerima santunan saat sudah purna bhakti nantinya.
Namun, ketika meninggal dunia, santunan kematian juga akan diberikan kepada ahli waris peserta BPJamsostek. Termasuk, beasiswa studi bagi anak peserta BPJamsostek.
“Program hari tua, laksana insvestasi yang bisa diambil kemudian. Di saat sudah pensiun. Peserta yang minimal sudah tiga tahun kepesertaannya dan mengalami resiko meninggal dunia, akan mendapatkan manfaat beasiswa untuk minimal 2 orang anaknya sampai tingkat S1. Besar manfaatnya sebesar Rp. 174 jt,” terang Wallyd. (MYX)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: