“Dihakimi” di ruang siber, PKS angkat bicara, matangkan langkah hukum

Masohi, GLOBALMALUKU.COM | Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (DPD PKS) Kabupaten Maluku Tengah akhirnya angkat bicara seputar diskursus negatif yang dialamatkan kepada partai berlambang bulan sabit ini. Dan, terkhusus, salah satu wakilnya di DPRD Maluku Tengah.

Adalah, tudingan Pelecehan seksual, dan, praktek prostitusi online. Tudingan ini dialamatkan kepada Haerudin, Anggota DPRD Malteng daerah pemilihan satu (Kota Masohi, Kecamatan Amahai dan Kecamatan TNS).
Sekadar tahu, selain sebagai anggota DPRD Malteng, Haerudin merupakan pemilik usaha jasa perhotelan yang bermarkas di Kota Masohi.
Ketua DPD PKS Malteng, Arman Mualo dalam Press Cofferencce, Rabu (28/7) secara tegas menentang kabar dimaksud.
Apa yang beredar di media sosial beberapa waktu terakhir, dikatakannya tidak benar dan tendensius.
“Pertama, soal pelecehan seksual, itu sama sekali tidak benar. Karena persoalan dimaksud sudah berproses di Kepolisian, dan, tidak terbukti. Dan, persoalan ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan,” jelasnya.
“Soal, prostitusi Online, hal itu sangat tidak berdasar,” timpalnya.
Mualo kepada pers menyebut, telah melakukan langkah klarifikasi secara internal menindak lanjuti kabar yang beredar.
Dan, dirnya memastikan bahwa apa yang dialamatkan kepada anggota DPR dari partai yang dinahkodainya itu adalah tidak benar dan bertendensi menggiring opini negatif terhadap partai PKS.
Sehubungan dengan itu, maka langkah hukum akan ditempuh demi pemulihan nama baik partai.
“Partai sudah menunjuk pangacara dan sementara mengumpulkan bukti-bukti untuk memproses persoalan ini,” ucap Mualo.
Mualo yang juga anggota DPRD Malteng ini mengaku sangat menyayangkan beredarnya kabar dimaksud di media sosial tanpa mengklarifikasi terlebih dahulu pihaknya (PKS).
Kondisi mana mengakibatkan terbangunnya opini negatif masyarakat, terkhusus konstituen terhadap partai berbasis agama ini.
“Di ranah hukum saja, ada asas praduga tak bersalah, masa saudara Fahry Astry sebagai pegiat sosial yg tdk punya legitimasi apa-apa bisa memberikan pernyataan seakan- akan tahu segalanya. Bahkan sampai memfonis seseorang dan lembaga diruang publik,” sesalnya.
Sementara itu, soal tudingan Pelecehan seksual dan prostitusi online, Haerudin yang saat itu juga hadir dalam Press Cofferencce menjelaskan duduk perkara.
Dikisahkan, tudingan pelecehan seksual berhubungan dengan usaha jasa perhotelan miliknya dengan konsumen (perempuan).
“Tidak benar ada pepecehan. Jangankan menyentuh, melihat saja tidak,” katanya.
“Saat itu, memang saya bersama karyawan hotel mendatangi kamar tamu hotel untuk meminta tagihan sewa kamar hotel. Tapi saya hanya diluar,” jelasnya.
Haerudin, mengisahkan, pasca itu, persoalan langsung dilaporkan ke polres malteng oleh ketiga tamu hotel dimaksud dengan tudingan pelecehan seksual.
“Di Kepolisian, meskipun tidak terbukti, saya sudah meminta maaf. Dan, perkara ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan,” pungkasnya. (MYX)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: