Polisi Tetapkan ES Tersangka Kasus Penemuan Mayat di pantai Lesane

Masohi, GLOBALMALUKU.COM | Polres Maluku Tengah menetapkan pacar korban, ES (40) sebagai tersangka dalam kasus penemuan mayat wanita berinisal NAI (27) di pantai Salobar RT 11 Kelurahan Lesane, Kota Masohi.

ES sesuai data KTP adalah warga Negeri Wollu Kecamatan Tehoru yang berdomisili di Kos-kosan RT 11 Kelurahan Lesane, Kota Masohi. Tempat tinggal korban dengan lokasi penemuan mayat hanya berjarak sekira 100 m saja. Sesehari, ES berpofesi sebagai pengayuh becak yang beroperaai di Kota Masohi.

Sementara korban berdasarkan data kependudukan adalah warga Negeri Piliana Kecamatan Tehoru. Oleh pelaku, Korban diboyong dari Piliana untuk tinggal bersama di kos-kosan miliknya sejak Juli 2021.

Kapolres Maluku Tengah AKBP Rositah Umasugi mengungkapkan hal ini dalam Press Confference si ruang rapat utama Polres Malteng, Kamis (19/8).

“Setelah memeriksa sejumlah saksi dan barang bukti yang ada, ES kita tetapkan sebagai tersangka,” kata Kapolres.

“Setelah melakukan pengumpulan barang bukti dan mendengar keterangan sejumlah saksi, diketahui bahwa ES adalah penyebab meninggalnya korban.
ES pula yang memobilisasi jenasah korban dari kamar kost ke laut. Mengikat tangan dan kaki jenasah dengan tali dan memberi pemberat berupa batu dan menenggelamkan jenasah,” sambungnya.

Kapolres mengungkapkan, Pelaku pernah memukul korban beberapa kali yang mengakibatkan kepala korban terbentur di dinding.

“Terakhir kali , dilakukan pada Kamis (12/8) pukul 23.30 Wit. Dalil pemukulan terhadap korban adalah, karena larangan mandi saat malam hari tidak diindahkan korban yang sedang dalam kondisi hamil,” ujar kapolres.

Sehari usai insiden pemukulan itu, tepatnya Jumat (13/8) baru kematian korban diketahui oleh pelaku. “Usai mengayuh becak dan pulang ke rumah pada pukul 20.00 Wit pelaku mendapati korban sudah tidak bernyawa,” kisah Kapolres.

Cilakanya, pelaku malah berniat menghilangkan kisah kematian korban. Faktanya, kematian korban tidak diinformasikan kepada keluarga korban. Sebaliknya, malah membiarkan jenazah korban di kamar kost selama 3 hari sebelum mengambil langkah menenggelamkan jenasah korban dilaut.

“Mengetahui korban meninggal. Pelaku malah meninggalkan jenasah korban di kamar kost. Pada hari keempat kematian korban, tepatnya, Selasa (17/8) sekira pukul 03.00 Wit pelaku membawa jenasah korban dengan becak ke pantai Salobar.
Membawa kroban ke tengah laut dengan menaiki perahu mengikat korban ke Jangkar bagan. Mengikat bagian kaki dan leher jenasah dan menenggelamkan korban,” urai kapolres.

Terhadap perbuatannya, pelaku disangkakan pasal berlapis dengan ancaman minimal 20 tahun penjara dan maksimal seumur hidup.
“Pelaku kita ancam dengan pasal pembunihan berencana, penganiayaan yang mengakibatkan matinya orang, menyembunyikan jenasah dengan maksud menyembunyikan kematian sebagaimana diatur dalam pasal 340 KUHP subsider pasal 351 ayat 3 KUHP, dan, pasal 181 KUHP,” Kunci Kapolres. (MYX)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: