Amel: Mahubessy Bantah Jual dan Gadaikan Mobil Avansa Milik Matulessy

Ambon,GLOBALMALUKU.COM | Hesty Cintia Mahubessy akhirnya angkat bicara sehubungan dengan pemberitaan yang dilakukan di media online Globalmaluku.com , pada Rabu(18/8/2022)yang berjudul “ Mahubessy Dengan Beraninya Gadaikan Dan Jual Mobil Avansa Milik Matulesy”

Kepada media ini Mahubessy membantah bahwa dirinya sama sekali tidak mengadaikan mobil atau menjual mobil. semua itu dilakukan oleh Anna Soplantila dan yang kemudian mencoba mengkambing hitamkan dirinya dihadapan saudara Yan Matulessy, padahal Mahubessy yang menebus mobil tersebut dari lantamal guna mengamankan mobil itu dari hal – hal yang tidak diinginkan.
Berikut adalah kronologis kejadiannya, bahwa, pada awalnya dirinya mengenal Yan Matulessy yang berprofesi sebagai supir pangkalan dengan mempergunakan mobil tMobil Avansa Dengan Nopol DE 1436 B, akan tetapi dia (Yan Matulessy) tidak atau bukanlah pemilik asli dari mobil tersebut.
Entah dengan dasar apa dan dengan dirasuk oleh setan apa, kamudian dia (Yan Matulessy) memintakan dirinya (Hesty Mahubessy) untuk membeli mobil tersebut dari Yan Matulessy sebesar Rp.60 Juta, dan Kwitansi kesepakatan pembelian Mobil Avansa Dengan Plat Nopol DE 1436 B dari Yan Matulessy telah saya miliki.
Akan tetapi ada kesepakatan diantara Yan Matulessy dan Hesty Mahubessy, bahwa uang sebesar Rp.60 Juta utuk membeli mobil tersebut, tidak akan diberikan kepada Yan Matulessy, selama dia belum mampu memberikan BPKB Mobil yang asli kepada dirinya
” Hal ini saya lakukan sebagai bentuk menjaga diri, dari segala kemungkinan yang buruk (ditipu) oleh Yan Matulessy. Sebab saya mengetahui secara pasti bahwa mobil yang hendak dijualkan kepada saya ini. adalah milik dari mantan Istri Yan Matuleesy (Seperti yang diuangkapkan atau hasil pengakuan dari Yan Matulessy), Kepada saya,” Ungkap Mahubessy.
Walaupun dalam pengakuannya Yan Matulessy kepada dirinya, bahwa mobil tersebut dapat dimiliki oleh saudara dari Mantan Istrinya yang bernama Noventi Lesilolo, itu dikarenakan hasil dari uang Yan Matulessy sebagai biaya pembayaran DP (Uang muka), ketika mobil tersebut dibeli dengan cara di Kredit.
Yan Matulessy kemudian menjaminkan diri kepada dirinya, bahwa akan mendapatkan BPKB mobil itu dengan catatan saya harus membantu dia mendapatkan kuasa atas mobil tersebut. Sebab ternyata Mobil tersebut masih dalam proses Kredit di Bank Mandiri.
Kemudian Untuk menguatkan semua perjanjian yang ada, Hesty Mahubessy meminta bantuan kuasa hukum yang bernama Yeheskel Haurissa, SH (alias Kerson Haurissa). Dengan tujuan menjadi foundasi hukum bagi dirinya, apabila nantinya terjadi persoalan atas proses ini. dan Dirinya Akui Mahubessy telah memiliki dasar hukum yang kuat.
Akan tetapi dalam prosesnya Mahubessy merasakan ada hal yang menganjal, sebab dalam kuasa yang dibuat oleh Yeheskel Hauriss,SH ini. Tidaklah sesuai keinginan dirinya (Mahubessy). Malah kuasa atas kepemilikan dan semua hal terkait perjanjian itu dibuat dari Yan Matulessy kepada Yeheskel Haurissa, SH. Dan bukan dari Yan Matulesy Kepada Mahubessy
Bahkan dirinya membayar biaya pembuatan surat kuasa tersebut kepada Yeheskel Haurissa,SH. Sebesar Rp.3,5 Juta rupiah, dan untuk diketahui kepada Media Globalmaluku.com, semua proses pembuatan surat kuasa ini dilakukan dikantor saudara Yeheskel Haurissa,SH.
“Akan tetapi untuk proses ini, saya masih mempercayai saudara Yeheskel Haurissa,SH sebab saya mengenalnya sejak lama dan saya tidak yakin bahwa dia (Yeheskel Haurissa,SH) akan menipu atau menyusahkan saya. (Walaupun pada akhirnya saya menduga bahwa persoalan ini dapat mencapai tahap kepolisian dan dipublikasikan ke media, adalah akibat dari peran serta seorang Yeheskel Haurissa,SH),” ujar Mahubessy
Tidak sampai disitu, Mahubessy kemudian melakukan penelusuran lebih lanjut, dan ternyata memang yang disampaikan oleh Yan Matulessy itu tidaklah benar. Sebab baik DP Mobil dan Kepemilikannya bukan atas nama Yan Matulessy, melainkan oleh Iparnya (Saudara dari mantan Istrinya) Noventi Lesilolo.
“Hal inilah yang membuat saya merasa ditipu oleh Yan Matulessy
[21/8 23.44] Amel: .Sebab setelah kebenaran ini saya dapati, saya ternyata telah dibohongi oleh Yan Matulessy. Sebab dia (Yan Matulessy) mengaku sebagai pemilik mobil tersebut, dia yang DP mobil tersebut. Padahal pada kenyataanya tidaklah demikian,” kesal Mahubessy
Olehnya itu Mahubessy kemudian memutuskan untuk melakukan kesepakatan dan transaksi jual beli dengan pemilik asli mobil yang bernama Noventi Lesilolo, ketimbang dengan Yan Matulessy, yang sebenarnya adalah penipu.
Bahkan Mahubessy telah melakukan transaksi jual beli dengan pemilik asli dan telah mendapatkan semua dokumen lengkap untuk bisa memiliki mobil tersebut,
” saya bahkan telah melakukan pembayaran sebesar Rp.65 Juta rupiah, dan telah melakukan penandatanganan surat jual beli, serta ada kuasa resmi dari pemilik mobil yang sah yakni saudara Noventi Lesilolo kepada saya,” akui Mahubessy.
Terkait Kronologi penggadaian mobil jelas Mahubessy, yang benar dan sesungguhnya adalah, ada seorang yang bernama Anna Soplantila, yang hendak melangsungkan pesta pernikahan. Ana Soplantila kemudian menghubungi dirinya untuk menyewa mobil, demi proses pernikahan tersebut.
Kemudian dirinya mengantarkan Anna Soplantila untuk bertemu dengan Yan Matulessy, serta menceritakan semua kepentingan Anna Soplantila kepada Yan Matulessy.
Setelah didengar dan dipahami oleh Anna Soplantila dan Yan Matulessy, kemudian keduanya melakukan kesepakatan pinjam pakai mobil tersebut (sewa mobil), dengan kurun waktu selama satu minggu.
Sesuai kesepakatan harga sewa mobil selama seminggu sebesar Rp. 7 Juta, dan pada saat itu Anna Soplantila kemudian menyerahkan uang muka sebagai tanda jadi sebesar Rp. 2 Juta rupiah dengan kesepakatan bahwa sisanya akan dilunasi saat mobil dikembalikan.
Kemudian Mahubessy baru mendapatkan informasi bahwa mobil tersebut telah digadaikan kepada orang lain oleh Anna Soplantila yang dalam hal ini kepada pihak yang berada di Lantamal, dengan mengambil uang sebesar Rp.30 Juta.
Hal ini baru terungkap ketika dirinya menanyakan soal mobil tersebut dan dia (Anna Soplantila) dengan tenang menyatakan bahwa dia telah menggadaikan mobil tersebut kepada pihak di Lantamal, dan akhirnya dia juga tidak bisa membayar biaya sewa mobil kepada Yan Matulessy yang masih tersisa Rp.5 Juta.
Mendengar kebenaran ini, diri (Hesty Mahubessy) marah. dan mencoba untuk mencari jalan untuk dapat mengeluarkan Mobil tersebut dari Lantamal. Sebab bagaiamanapun bagi Hesty Mahubessy mobil itu sudah akan menjadi miliknya sehingga harus menebusnya dari pihak di Lantamal Ambon, dengan biaya Rp.34 Juta.
Setelah itu, mobil tersebut Hesty Mahubessy titipkan pada salah seorang kenalannya dengan tujuan akan di proses pembayaran dan penyelesaian dengan pihak Noventi Lesilolo selaku pemilik asli dari mobil tersebut. Sebab tidak ada gunanya saya membayarkan uang sebesar Rp.60 Juta kepada Yan Matulessy. Akan tetapi kemudian tidak dapat memiliki mobil ini.
Dan pada akhirnya dirinya (Hesty Mahubessy) membayarkan biaya pembelian mobil tersebut kepapa Noventi Lesilolo dan juga Mantan Istri dari Yan Matulessy yang bernama Sentya, sebesar Rp.65 Juta.
Tetapi yang kurang ajarnya adalah, Anna Soplantila kemudian menghubungi Yan Matulessy dan mulai membalikan kebenaran bahwasannya, semua kegiatan terkait gadai menggadai mobil adalah atas keinginan dan kemauan dirinya. padahal dirinya sama sekali tidak pernah bertemu Anna Soplantila dan juga mobil tersebut, sejak disewakan oleh Yan Matulessy kepada Anna Soplantila.
Tidak puas Hesty Mahubessy langsung menghubungi Anna Soplantila untuk meminta yang bersangkutan mengembalikan uang yang mesti dia setorkan kepada pihak Lantamal. Sebab Dirinya telah saya memakai uang pribadinya untuk menebus semua hal yang mestinya dia bayarkan kepada pihak di Lantamal Ambon itu.
Sehubungan dengan pengembalian uang tersebut, Anna Soplantila meminta waktu sebab belum dapat mengembalikan uang yang dipinjamnya dari Lantamal.
Namun kemudian Anna Soplantila malah kembali menyatakan hal lain lagi setelah beberapa waktu kemudian menyatakan kalau soal masalah pengadaian mobil di lantamal itu sama sekali tidak dia ketahui padahal Hesty Mahubessy memiliki bukti kwitansi yang dia tanda tangani terkait proses peminjaman uang dari Lantamal Ambon denga jaminan mobil tersebut.
” Jadi hal yang mesti dipahami oleh pihak media Globalmaluku.com, bahwa saya sama sekali tidak mengadaikan mobil atau menjual mobil, semua itu dilakukan oleh Anna Soplantila dan yang kemudian mencoba mengkambing hitamkan saya dihadapan saudara Yan Matulessy, padahal sayalah yang menebus mobil tersebut dari lantamal guna mengamankan mobil itu dari hal – hal yang tidak diinginkan,” Jelas Hesty Mahubessy.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: