Adriaansz : Angka Terkonfirmasi dan Angka Kematian Turun, Kita Berharap Zonasi Alami Peningkatan

Ambon,GLOBALMALUKU.COM | Juru bicara Satgas Covid-19 Kota Ambon, Joy Adriaansz, mengatakan, saat ini kasus total kasus positif covid di Kota Ambon berjumlah 8713, kasus.

“Sementara dirawat 2.114 orang, yang sembuh 6.444 orang dan yang meninggal sampai dengan yang terakhir itu 158. Barusan kita dapat informasi ada tambahan 1 lagi sehingga totalnya 159 sampai dengan hari ini,”jelasnya, Senin (23/08/2021).

Menurutnya, dengan data tersebut ternyata tingkat terkonfirmasi menurun, dan angka kesembuhan semakin tinggi. Sedangkan angka kematian juga semakin berkurang. Hal itu pertanda positif bagi zonasi di Kota Ambon.
“Kita berharap dalam minggu ini hasil evaluasi Satgas Nasional dengan angka-angka tadi zonasi kita akan mengalami peningkatan. Saat ini kita ketahui sendiri bahwa kita sudah berada pada zonasi resiko sedang, zona orange dengan skoring 2,28. Kita berharap di minggu ini hasil evaluasi minggu kemarin kita akan mengalami peningkatan dan saya optimis kita bisa, jika kondisi ini tetap bertahan, dan kita akan masuk ke zona kuning,”harapnya.

Karena itu Adriaansz menghimbau masyarakat untuk mendukung pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan di Kota Ambon.

Dikatakannya, sampai saat ini Kota Ambon sudah lebih dari 50 persen total capaian vaksinasi bagi seluruh masyarakat yang masuk dalam kriteria vaksinasi.

” Jika ini bisa kita kejar, maka saya yakin dalam waktu dekat kita akan dapat mencapai paling kurang 70 persen masyarakat Kota Ambon yang wajib vaksinasi itu telah melakukan vaksinasi,”tandasnya.

Dirinya juga berharap agar masyarakat tetap melaksanakan protokol kesehatan. “Walaupun sudah di vaksin tapi tetap menerapkan Protokol Kesehatan 5M. Jika ini bisa kita lakukan, maka saya percaya bahwa perlahan namun pasti, kondisi ekonomi kita akan membaik, aktivitas masyarakat juga akan tetap berjalan secara normal, dan itu bisa tercapai ketika masyarakat patuh kepada himbauan Pemerintah dan turut mendukung program vaksinasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Ambon maupun Pemerintah Provinsi Maluku,”ucapnya.

Untuk operasi Yustisi, Adriaansz menjelaskan, tetap di lakukan sebagai bagian dari mengingatkan masyarakat tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan. Selain itu lewat kegiatan yustisi ini juga, Satgas berharap kerumunan-kerumunan yang tidak penting itu tidak dilakukan oleh masyarakat.

“Kerumunan yang tidak penting itu akan selalu berdampak pada penularan, karena kita tidak mengetahui siapa saja yang sementara terkonfirmasi covid-19,”jelasnya.
(AB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: