Kenaikan Sepihak Tarif Angkot Waipia Dikeluhkan

Masohi, GLOBALMALUKU.COM | Kenaikan sepihak tarif angkutan umum jurusan Masohi – Waipia dikeluhkan warga. Meski sadar tentang kondisi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) masyarakat menganggap kenaikan tarif jauh dari aspek kewajaran.

“Tarif angkutan umum saat ini dipatok Rp. 20.000 per orang dari tarif sebelumnya yang hanya Rp. 12.000,” ujar min, warga TNS.
“Sudah tidak berdasar, kenaikan juga sangat besar,” keluhnya.
Terhadap kondisi ini, diharapkan pemerintah Kabupaten Maluku Tengah melalui instansi teknis tidak tinggal diam.
“Dimasa pandemi ini, semua sendi perekonomian terimbas. Kalau sudah seperti ini,  harusnya pemerintah hadir untuk memberikan solusi. Minimal, dengan memberikan ketegasan terhadap para pemilik angkot yang menaikan tarif semaunya,” pesan Simon.
“Kenaikan tarif angkot itu harus melalui pengkajian. Relevansi besaran kenaikan dengan faktor yang memperngaruhi harus diperhitungkan. Misalnya, naiknya harga BBM. Disinlah pemerintah harus hadir. Jangan membiarkan kondisi ini berlarut-larut,” timpalnya.
Informasi yang berhasil dihimpun media ini, alasan para sopir angkot menaikan tarif angkutan adalah, sulitnya memperoleh BBM jenis Pertalite.
Sementara untuk bisa memperoleh pertalite, sopir angkot harus lebih dulu mengisi BBM jenis pertamax senilai Rp. 30 ribu.
“Untuk bisa memperoleh bahan BBM jenis pertalite, harus antri berjam-jam. Oleh managemen SPBU kita diwajibkan mengisi Pertamax minimal Rp. 30 ribu lebih dulu baru bisa mendapatkan kuota Pertalite,” ungkapnya.
“Waktu efektif untuk melayani penumpang sudah hilang saat mengantri di SPBU. BBM jenis pertamax lebih tinggi dibanding Premium dan pertalite. Bagaimana kita bisa mengjidupi keluarga kita kalau kondisi tarif tidak kita naikan, ” keluhnya. (MYX)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: