Korban Kredit Ilegal Bank Maluku sampaikan pengaduan tertulis ke Polres Malteng

Masohi, GLOBALMALUKU.COM | Kasus Kredit Ilegal yang menimpa Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisal SL akhirnya resmi bermuara di ranah hukum. Polres Maluku Tengah.

Suami korban SL yang juga turut menjadi korban dalam persoalan kredit ilegal tersebut, Pieter Pesireron secara resmi sudah melayangkan pengaduan ke Polres Maluku Tengah, Selasa (21/9).

“Surat pengaduan ke Kapolres Malteng sudah saya antar langsung tadi. Ke bagian sium Polres Malteng,” kata Pesireron.

“Sebelumnya saya sudah mengadukan perkara ini melalui Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK). Namun saya diarahkan untuk membuat pengaduan tertulis. Dan, saya sudah menindak lanjuti dengan membuat dan mengantar langsung pengaduan itu,” sambung Pesireron.

Dalam pengaduannya, Pesireron menyatakan, mengadukan secara khusus managemen Bank Maluku Cabang Masohi. Dalilnya, karena perbuatan oknum di Bank pelat merah itu, dia bersama istri harus menanggung beban angsuran kredit hingga tiga tahun kedepan.

“Saya bersama istri tidak pernah mengurus kredit di Bank Maluku tapi kok tiba-tiba sudah terakomodir sebagai nasabah kredit bank Maluku. Sudah begitu, uang kredit sepeserpun tidak pernah kita nikmati,” kesal Pasireron.

“Tentunya, semua pihak yang terkait akan dimintai keterangan. Tapi penekanan saya adalah lembaga PT Bank Maluku. Kenapa ? Selaku lembaga perbankan kok bisa menyetujui pengajuan kredit pake Dokumen kopian. Tidak mengjadirkan langsung kreditur bersama suami/istinya. Padahal, itukan mekanisme normal pengajuan kredit,” urainya.

Dari pengaduan yang dia layangkan, Pesireron berharap, bisa memberikan efek jera bagi para pelaku. Minimal, agar kasus serupa tidak kembali terulang dan menimpa orang lain.

“Kalau tiba-tiba dapat undian, itu siah enak, tapi ini, dapat beban angsuran tanpa menikmati apapun. Siapapun pasti tidak mau hal ini menimpa dia,” sebut salah satu wartwan lokal Maluku Tengah ini.

Untuk diketahui, kasus kredit ilegal ini juga sementara berproses di Polsek Amahai. Camat Amahai Semmy Birahy yang menggagas pengaduan tersebut.

“Saya sudah melaporkan perkara ini ke Polsek Amahai dengan tuduhan pemalsuan tandatangan. Tanda tangan saya dipalsukan dalam pengurusan kredit fiktif tersebut,” urai camat. (MYX)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: