Tuasikal Abua Harus Bertanggungjawab Terhadap Konflik Sosial Yang Terjadi Di Negeri Sameth

Ambon, GLOBALMALUKU.COM | Akhir Masa Jabatan beberapa Kepala Daerah Di Beberapa Kabupaten Di Maluku ,Telah Menciderai rasa kekeluargaan dan semangat hidup orang basudra , serta Adat istiadat yang selama ini, menjadi landasan kehidupan orang Maluku , khususnya di Kabupaten Maluku Tengah ( Malteng).

Kepemimpinan Abua Tuasikal sebagai Bupati Maluku Tengah telah menciderai tatanan adat di Negeri Sameth ,yang berdampak padakonflik sosial antar anak adat Negeri Sameth , bahkan telah menimbulkan korban .

Hal ini terjadi bermula ,dari tindakan Penjabat Negeri Sameth Jhon.Mustamu,S.Pd, yang telah mengakomodir kepentingan beberapa anak Soa Meteng yang mengusung calon Saniri Negeri di laur pertemuan/Rapat Soa .

Salah satu anak Adat Negeri Sameth Dominggus Tahya katakan , Soa Meteng dibawah kepemimpinan Michael Tahya , telah menghasilkan sejumlah Saniri Negeri,diantaranya, Jakob Latupapua, , Ibrahim Latupapua ,Hendrik Tahya , dan Deni Tahya (Alarhum).”Selanjutnya untuk menggatikan posisi Deni Tahya maka telah dilakukan rapat/musyawarah Soa Meteng dan menetapkan saudara Sefnat Tahya selaku Saniri Negeri Sameth antar waktu utusan Soa Meteng, ungkap Tahya.

“Dirinya katakan , hasil musyawarah ini telah di teruskan oleh kepala Soa Meteng melalui penjabat pemerintah Negeri Sameth ubtuk di proses.Namun dalam perjalanan,ada sekelompok orang yang mengatasnamakan Soa Meteng mengusulkan saudara Yosep Tahya dan Hendrik Latupapua untuk menggantikan Ibarahi Latupaua sebagai ketua Saniri Negeri Aktif,tuturnya.

Adapun usulan oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab ini ,diteruskan oleh penjabat Negeri Sameth dan camat Pulau Haruku ,yangbtelah mengetahui bahwa kepala Soa Meteng adalah bapak Michael Tahya .Ini berarti camat pulau Haruku dan penjabat Negeri Sameth telah melakukan pembiaran dan persengkongkolan dengan oknum-oknum pengusul meskipun ,sudah tahu bahwa itu salah namun tetap di proses .”Adapun permainan penjabat Negeri Sameth dan camat Pulau Haruku untuk memuluskan pelantikan calon anggota Saniri Negeri ilegal dilakukan secara sitematis, dimana keduanya pertama akan dilantik pada tanggal 1 September 2021 ,namun dibatalkan karena masyarakat adat Negeri Sameth melakukan protes di Pelauw ,jelas Tahya .

Selanjutnya pada hari Sabtu 25 September 2021 ,keduanya di rencanakan dilantik setelah kunjungan Bupati Maluku Tengah, di Negeri Rohomoni , namun pelantikan gagal, karena perwakilan anak Negeri Sameth menyampaikan keberatan kepada Bupati Maluku Tengah melalui camat .Kesepakatan camat dan anak Negeri Adat bahwa dikembalikan ke Soa untuk menyelesaikan masalah ;namun secara diam-diam camat Pulau Haruku dan penjabat Negeri Sameth mengatur pelantikan dua Saniri ilegal dan mengumumkan hasilnya pada selasa 28 september 2021.”Pengumuman pelantikan dua Saniri ilegal ini mengundang kemarahan masyarakat Adat Negeri Sameth dan berimbas pada konflik sosial antar masyarakat Adat Negeri Sameth, bahkan telah memakan korban jiwa .

Berdasarkan peristiwa tersebut, sudah sejal camat Pulau Haruku dan Penjabat Negeri Sameth telah melecehkan tatanan adat Negeri Sameth dan telah menimbulkan konflik sosial antara anak Adat Negeri Sameth.
“Oleh karna itu saya meminta Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua , segera mencopot camat pulau Haruku dan Penjabat Negeri Sameth .

Sebut Tahya , Bupati Maluku Tengah juga harus bertanggungjawab atas konflik sosial yang telah menelan korban jiwa,tegasnya.

Bupati Maluku Tengah juga di minta untuk mencabut surat keputusan tentang pengesahan saudara Yosep Tahya dan Hendrik Latupapua sebagai Saniri Negeri Sameth, karna proses pengusulannya cacat hukum, karna tidak sesuai dengan UUD 1945 pasal 18B ayat 2 dan Perda Maluku Tengah nomor 1 tahun 2006.

Hal ini menurut Tahya , Bupati terkesan tergesah-gesah melakukan pelantikan tersebut dan bisa saja camat pulau Haruku , memberikan informasinyang keliru untuk Bupati denagn alasan-alasan yang tidak dapat di benarkan,tutupnya.
(AB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: