BBM langka, Sopir Angkot sambangi Kantor Dishub

Masohi, GLOBALMALUKU.COM | Imbas gejolak kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM), para sopir angkutan kota (angkot) rute Tanjong-Terminal Binaiya Masohi sambangi Dinas Perhubungan Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (30/9).

Bukan dalam bentuk demonstrasi, keluh kesah tentang kondisi yang dialami dengan pertimbangan semakin sulitnya ekonomi ditengah pandemi covid-19 disampaikan dalam bentuk rapat.

Sekadar tahu, pemerintah pusat saat ini tengah menggencarkan program membumikan penggunaan BBM ramah lingkungan. Sejalan dengan itu, BBM jenis Premium sudah hilang datmri pasaran. Berikutnya, BBM jenis pertalite juga mulai dibatasi penjualannya kepada pengendara kendaraan roda empat. Endingnya, direncanakan hanya BBM jenis Pertamax yang tersedia dipasaran.

Kondisi ini dirasakan berat oleh para sopir angkot. Pasalnya, tarif angkot belum juga terkoreksi naik, sementara selisih harga BBM ketiga jenis ini tentu cukup signifikan.

“Tadi ada pertemuan dengan para sopir angkot jurusan Tanjong-Terminal Binaiya Masohi. Tapi, bukan kita yang menggagas pertemuan itu. Mereka (Para sopir angkot) berinisitaif datang untuk menyampaikan keluhan mereka terkait kondisi kelangkaan BBM dan berharap agar kondisi yang ada bisa disikapi,” ujar Kepala Dinas Eginhard Picarima usai pertemuan dengan para sopir angkot.

Dikatakan, kelangkaan BBM merupakan kondisi faktual. Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius jajarannya. Lantaran itu, pihaknya akan melakukan kajian tentang kesesuaian tarif angkutan umum yang ada saat ini dengan kondisi faktual naiknya harga BBM.

“Tentu kita tidak bisa menutup mata terhadap kondisi Kelangkaan BBM yang terjadi. Namun dalam rapat tadi, kita menghimbau agar jangan ada pemberlakuan tarif angkot sepihak dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat saat ini,” urai Picarima.

“Sementara itu, kita akan melakukan kajian tentang hal ini. Intinya bahwa keluhan ini akan kita sampaikan kepada bapak Bupati terlebih dulu. Bila disetujui, baru akan kita tindaklanjuti dengan rapat bersama semua stakeholder membahas kondisi ini untuk menentukan langkah selanjutnya,” rincinya.

Picarima dalam keterangannya belum bisa memberi kepastian tentang terkoreksi atau tidaknya tarif angkot sehubungan dengan kondisi langka dan naiknya harga BBM.

“Soal naik tidaknya, itu belum bisa kita pastikan. Tapi intinya, keputusan yang nantinya lahir adalah untuk kepentingan bersama. Kepentingan sopir angkot tebtu jadi perhatian kita, namun kepentingan masyarakat selaku pengguna moda transportasi juga tidak bisa diabaikan,” kuncinya. (MYX)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: