Peningkatan Pelayanan RSUD dr M Haulussy , Pada Bayi Baru Lahir Dan Sakit Semakin Membaik

Ambon, GLOBALMALUKU.COM | Pelayanan RSUD dr M. Haulussy sebagai rumah sakit umum daerah kerap jadi perhatian masyarakat, terutama pada pelayanan publik terhadap prestasi kinerja UPT dan sebagai barometer kepedulian Pemerintah Daerah Provinsi Maluku.

Kesehatan adalah salah satu kebutuhan utama setiap orang saat lahir sampai “opa- oma” dalam tatanan sosial kehidupan kemasyarakatan selain aspek pangan, pendidikan dan ekonomi .

“Salah satu unit pelayanan yang menjadi indikator nasional untuk pemerintah adalah , upaya pelayanan kesehatan bayi baru lahir yang perlu mendapat penanganan khusus karena infeksi, gangguan napas dan prematur yang berdampak pada gangguan pertumbuhan (stunting dan gizi buruk) serta perkembangan kognitif.

Hal ini sejalan dengan upaya Ketua PKK Provinsi Maluku dalam program pengentasan stunting di Maluku. Kondisi pelayanan bayi sakit masih menjadi tantangan pemerintah untuk menurunkan kematian bayi usia dini, kurang 28 hari di Indonesia khususnya di bagian timur termasuk Provinsi Maluku .

Menurut evaluasi data dalam 3 bulan terakhir, RSUD dr M Haulussy menunjukan perbaikan pelayanan dan tataksana bayi sakit sebagai rumah sakit type B milik Pemda Maluku.

Berdasarkan data ,jumlah kasus yang di rawat sejak bulan Juli, Agustus dan September 2021 menunjukkan peningkatan pelayanan yang menggembirakan, yaitu jumlah 47 kasus bayi sakit yang di rawat dengan kematian 6 kasus ( 12 %).

“Meski dengan fasilitas yang tersedia yaitu 11 inkubator 5 alat bantu napas CPAP dan 1 ventilatornya sangat memberikan manfaat terhadap upaya menurunkan kesakitan dan kematian bayi baru lahir.

“Beberapa kendala terkait aspek teknis ventilator yang terganggu segera di respon manajemen RSUD dr M Haulussy dan dapat teratasi. meski
SDM elektromedik di ruang emergensi intensive bayi risiko tinggi masih terbatas, namun peran para perawat dan dokter terus berkomunikasi dengan tim teknis elektromedik di RSUD dr Chasbullah Kota Bekasi hanya dgn _video call_ dan dapat mengidentifikasi masalah yang ada sehingga dalam waktu singkat ventilator tersebut dapat kembali difungsikan.

Idealnya unit emergensi rawat intensive bayi baru lahir perlu tersedia tenaga elektromedik khusus, namun gerakan cepat tim RSUD Halulussy memberikan respons baik untuk berkomunikasi antar rumah sakit umum daerah sebagai tanggung jawab bersama untuk menurunkan angka kematian dan kesakitan.
Semua orang harus terpanggil untuk meresponi ( call to action) pelayanan kesehatan dan keselamatan bayi baru lahir di Indonesia.

*Manajemen RSUD Dr. M. Haulussy menyampaikan terima kasih kepada profesi perawat dan dokter anak yang telah melakukan kerja-kerja ulet dan tekun ,yang dievalusi dalam perencanaan pelayanan unggulan di RSUD dr. M Haulussy type B sebagai aset pemerintah Provinsi Maluku.
(AB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: