Raja Soahuku Dilantik secara Adat

Masohi, GLOBALMALUKU.COM | Raja Negeri Soahuku Kecamatan Amahai, Salmon Tamaela dilantik secara adat, Kamis (21/10). Prosesi ini melengkapi legitimasi keberadaan Raja Negeri dengan sebutan adat “Inta Lilipory Kalapessy” ini setelah sebelumnya menjalani prosesi pelantikan secara pemerintahan oleh Bupati Tuasikal Abua, Agustus lalu.

Sekadar tahu, sebelum Tamaela dilantik menjadi raja, Negeri Soahuku mengalami kekosongan pemerintahan selama 12 tahun lebih. Tamaela merupakan raja yang dihasilkan melalui kompromi antara mata rumah parentah Tamaela dan Mata rumah parentah Ruhupessy.
Kedua Mata Rumah Parentah sepakat saling bergantian memimpin Negeri “Inta Lilipory Kalapessy” itu.
Pantauan media ini, meskipun masih diwarnai dengan “Interupsi” dari sekelompok orang, pelantikan Salmon Tamaela saat itu berlangsung meriah. Prosesi adat dilangsungkan di Baileo Negeri sementara seremonialnya berlangsung di lapangan Nunusaku Negeri itu berjalan lancar.


Ketua Panitia Pelantikan Raja Soahuku Harry Men Carl Haurissa dalam sambutannya mengajak seluruh elemen masyarakat Soahuku dapat mendukung pemerintahan yang ada demi kemajuan negeri dan masyarakat.
Menyikapi masih adanya ketidak puasan sejumlah kalangan, Haurissa meminta kearifan Raja untuk merangkul semua pihak demi kebaikan bersama.
“Kalau kaki tertusuk duri, Jangan kaki yang diamputasi, cabut durinya,” sentilnya.


Sementara itu, Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua mengapresiasi komitmen semua elemen masyarakat Soahuku untuk menghadirkan Kepala Pemerintahan defenitif.
Terkait prosesi pelantikan adat, Tuasikal memaknai hal itu sebagai bentuk kesadaran bersama merawat nilai-nilai adat dan budaya daerah.
“Saya tegaskan bahwa pemerintah (Bupati) tidak memiliki kewenangan mengintervensi proses KPN. Kita tidak bisa mengintervensi kerja Saniri maupun mata rumah. Semua itu berproses tanpa campur tangan oemerintah,” tukasnya.
Sehubungan dengan itu, bupati menghimbau semua SDM di Negeri Soahuku bisa berkontribusi positif terhadap pemerintahan negeri yang dimiliki saat ini.
Kepada Raja dan semua unsur pemerintahan yang ada, Tuasikalenhingatkan tentang pentingnya mengaktualisasikan aturan dalam menjalankan roda pemerintahan.
“Semua hal yang akan diputuskan seyogyanya harus mengacu pada aturan,” pesan bupati Malteng dua periode ini.

(MYX)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: