Dewas BPJamsostek Silaturahmi dengan FSB Nikeuba Malteng

Masohi,GLOBALMALUKU.COM | Dewan Pengawas (Dewas) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsotek) Yayat Syariful, Jumat (29/10) bersilaturahmi dengan jajaran pengurus Federasi Serikat Buruh Niaga, Informatika, Keuangan, dan Perbankan (FSB NIKEUBA) Kabupaten Maluku Tengah.

Syariful  menyematkan diri menemui pengurus FSB Nikeuba di sela waktu kunjungan kerjanya ke Kabupaten bertajuk Pamahanunusa siang itu.

Pantauan GLOBALMALUKU.COM, pertemuan dengan Dewan Pengurus Cabang (DPC FSB Nikeuba) Malteng terselenggara di Kafe 91 Masohi. Kepala BPJamsostek Cabang Masohi Kepulauan Seram, Zippora Lilian Wallyd beserta jajarannya turut mendampingi Dewas Syariful.

Kepada Jajaran FSB Nikeuba, Syariful meminta informasi keberadaan perusahaan “Platinum” yang beroperasi di Maluku Tengah. Pun, tentang “Perlakuan” terhadap pekerja, sekaligus tentang kepatuhan perusahaan memenuhi hak-hak tenaga kerja sebagaimana diamanatkan Regulasi.

“Berapa banyak perusahaan di Maluku Tengah. Bagaimana kepatuhan perusahaan dalam memenuhi hak-hak tenaga kerja,?” tanya Syariful yang juga salah satu  Perwakilan Serikat yang dipercayakan Negara pada Dewan Penasehat (Dewas) BPJamsostek.

Syariful berharap, perusahaan tidak menutup mata terhadap hak-hak tenaga kerjanya. Termasuk hak untuk mendapatkan perlindungan melalui program BPJamsostek.

“Tolong ini sama-sama dipantau realisasinya oleh FSB Nikeuba. Selain program Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua dan Jaminan  Pensiun harus diberikan perusahaan terhadap tenaga kerjanya,” pesannya.

Sementara itu, Ketua FSB Nikeuba Kabupaten Maluku Tengah, Josi Tuhuleruw menyampaikan tentang keluhan dan harapan tenaga kerja di sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Maluku Tengah.

“Salah satunya, tentang Tenaga Harian Lepas (THL) di sejumlah perusahaan. Umumnya mereka tidak terlindungi oleh program BPJamsostek. Padahal, mereka umumnya bekerja secara rutin,” ungkapnya.

Dia berharap, kondisi yang ada bisa menjadi catatan bagi Federasi Serikat Buruh dan Federasi Serikat Pekerja untuk bersama-sama diperjuangkan.

“Butuh kajian tentang fakta yang ada. Namun, intinya bahwa harapan besar agar tenaga kerja memperoleh hak-haknya sebagaimana diamanatkan regulasi, harus benar-benar terealisasi,” seru Tuhuleruw.

(MYX)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: