Penarikan Retribusi Parkiran Ditiadakan

Masohi, GLOBALMALUKU.COM | Dinas Perhubungan Kabupaten Maluku Tengah berencana mengevaluasi ulang penagihan retribusi parkiran. Dalam rangka itu, seluruh aktivitas penagihan retribusi parkiran terhadap kenfaraan bermotor ditiadakan.

“Di semua wilayah di Kota Masohi, Sementara ini tidak ada aktifitas penagihan retribusi parkiran,” tandas Kadis Perhubungan Kabupaten Maluku Tengah Eugene Picarima, Senin (8/11).

Hanya sementara. Dinas Perhubungan, menurutnya akan melakukan evaluasi secara menyeluruh penagihan retribusi parkiran. Mulai dari praktik penagihan retribusi sampai dengan upaya menghitung kembali potensi serapan PAD dari sektor retribuai parkiran.

“Kita dapat masukan dari berbagai pihak terkait diantaranya soal kelengkapan atribut petugas penarik retribusi yang masih serampangan hingga soal keramahan dalam praktik penarikan retribusi. Secara internal, evaluasi juga menunjukan bahwa serapan PAD dari sektor retribusi parkiran belum maksimal. Ini yang mau kita evaluasi,” terangnya.

Informasi yang dihimpun media ini, aktivitas penagihan retribusi parkiran beberapa kali memicu terjadinya bentrok antar kelompok masyarkat.

Diduga, ini jadi pintu masuk bagi pemerintah Kabupaten Maluku Tengah melalui dinas Perhubungan untuk memutuskan penghentian kontrak kerjasama dengan pihak ketiga. Dan, selanjutnya mengevaluasi semua hal soal penagihan retribusi dengan tujuan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Intinya keputusan menghentikan seluruh aktivitas penagihan retribusi parkiran karena adanya sejumlah masukan dan saran dari berbagai pihak. Termasuk juga fakta kerap terjadinya gangguan kamtibmas,” akui Picarima.

Penagihan retribusi sementara akan dilakukan dengan mengerahkan pegawai honorer Dinas Perhubungan sembari menyiapkan proses lelang terbuka penanganan penagihan retribusi parkiran. Ditargetkan, pada awal Januari 2022, proses penagihan retribusi oleh pihak ketiga sudah bisa berjalan kembali.

“Jadi, setelah nantinya ada pemenang tender, penagihan retribusi parkiran akan kembali ditangani oleh pihak ketiga. Harapan kita, semua kendala yang masih dijumpai saat ini,” ungkapnya.

“Dan, kontribusi PAD juga bisa diharapkan bisa lebih maksimal,” tutupnya. ( MYX)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: