Tamilouw – Sepa Sepakat Berdamai

Masohi, GLOBALMALUKU.COM | Masyarakat Negeri Tamilouw dan Masyarakat Negeri Sepa Kecamatan Amahai, Selasa (9/11) sepakat berdamai.

Permasalahan pidana yang berkaitan langsung dengan permasalahan konflik disepakati, diserahkan penanganannya kepada pihak penegak hukum.

Kesepakatan damai kedua negeri bertetangga ini lahir setelah Pemkab Malteng menjanjikan menyelesaikan perkara perdata yang melatari terjadinya gesekan antar masyarakat kedua negeri.
Yakni, soal ganti rugi atas tanaman umur panjang milik masyarakat Tamilouw maupun Negeri Sepa, maupun masalah batas wilayah antar kedua negeri.
Pemkab Malteng juga memastikan akan
menyantuni keluarga korban meninggal dunia maupun luka-luka saat terjadi konflik.
Pemkab Malteng juga menjanjikan penyelesaikan masalah tapal batas kedua negeri dengan melibatkan Instansi teknis, Kantor Pertanahan.
“Dengan ini bersepakat  untuk sama-sama memelihara kondisi keamanan negeri sepa dan Negeri Tamilouw,” tandas Pj KPN Sepa Asgar Amahoruw, dan Pj KPN Tamilouw Razak Pawae di gedung Operation Room lantai tiga kantor bupati Malteng.
Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua, Kapolres Malteng Rositah Umasugi, Kajari Malteng A O Mangontan, Ketua dan wakil Ketua DPRD Maluku Tengah Fatzah Tuankotta – Harry Men Carl Haurissa, sejumlah Anggota DPRD Maluku Tengah daerah pemilihan I (Kecamatan Masohi-Amahai dan Kecamatan TNS) yakni Sukri Wailissa, Fatma Sopalatu, Jailani Tomagola, Abdul Kadir Selano hadir dan turut menyaksikan penandatanganan kesepakatan damai saat itu.
Turut hadir, saniri negeri, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat dari kedua negeri
Dengan ditandatanganinya kesepakatn damai ini, maka akses jalan melintasi dua negeri dipastikan akan kembali dibuka,
Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua dalam rapat mediasi saat itu mengapresiasi keikhlasan kedua belah pihak yang telah mendasari lahirnya kesepakatan damai saat itu.
“Kalau bukan karena keikhlasan hati dan pemahaman bahwa perdamaian adalah perkara paling penting yang merupakan tanggung jawab bersama untuk dilindungi dan dipelihara. Dan, saat ini, kedua negeri menunjukan kerelaan dan keikhlasannya demi lahirnya kesepakatan damai saat ini,” kata bupati.
Bupati berharap, kesepakatan damai yang lahir dalam pertemuan di saat itu bisa tersosialisasi kepada semua lapisan masyarakat di kedua negeri agar perdamaian yang hakikih bisa terwujud.
Tentunya, disamping itu, tentu pemerintah Kabupaten Maluku Tengah akan juga memastikan pewujudan komitmen penyelesaian masalah perdata dibalik persoalan ini.
“Untuk masalah perdata yakni tapal batas wilayah negeri Sepa dan Negeri Tamilouw, akan kita bahas terpisah dengan melibatkan Badan Pertanahan. Bersama-sama, kita akan turun langaung ke lokasi tapal bataa untuk dapat menentukan batas koordinat batas wilayah negeri Sepa dan Tamilouw,” sebutnya.
Sementara itu, Kapolres Maluku Tengah AKBO Rositah Umasugi meminta kerjasama kedua belah pihak memastikan kodusifitas wilayah keduanya.
Terkait dengan penanganan masalah pidana yang memicu konflik maupun saat konflik terjadi, Perwira dengan dua melati dipundak iini meminta kerjasama yang baik kedua belah pihak untuk tidak melindungi pihak-pihak yang terlibat.
“Kita berharap pemerintah negeri dapat bekerja sama. Tidak melindungi pihak-pihak yang terindikasi terlibat demi kelancaran proses penegakan hukum,” seru Kapolres.
Pantauan media ini, rapat mediasi damai yang diinisiasi Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua saat itu sempat memanas. Kedua belah pihak saling ngotot menanggapi persoalan konflik yang terjadi.
Persoalan bataa wilayah pun memunculkan ketegangan antar dua kelompok yang hadir dalam pertemuan saat itu.
Meski begitu, tensi yang ada kemudian melandai pasca bupati menyampaikan keikhlasannya menjembatani penyelesaian akar perkar yakni, bataa wilayah.
Termasuk memastikan untuk menanggung biaya perawatan korban dan pemberian santunan kepada pihak keluarga korban meninggal maupun luka-luka. (MYX)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: