Ketua Gerakan SBB Bersih Berharap Kejaksaan Hunipopu Segera Melakukan Penyelidikan Dana Covid-19

Piru, GLOBALMALUKU.COM | Dengan di tetapkan sekda Kabupaten Seram Bagian Barat Mansur Tuharea bersama rekan-rekannya sebagai tersangka, dan di jebloskan ke Hotel Fladeo kemarin(Penjara), kini ada lagi berbagai macam kasus atau masalah yang belum terselesaikan sampai saat ini ,di daerah kabupaten SBB yang berjuluk Saka Mese Nusa.

Menurut penuturan ketua Gerakan SBB Bersih Jacobis Heatubun .SE.,ada banyak permasalahan yang sampai saat ini belum terselesaikan.

Ketua Gerakan SBB Bersih menyebutkan, ada sejumlah anggaran Covid-19 selama dua tahun berjalan belum bisa di pertanggung jawabkan ,ungkapnya pada media ini ,Piru(/11/2021).

Jelasnya, anggaran covid-19 itu dikucurkan pada Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit RSUD Piru.Pada tahun 2020, besar anggaran yang di terima oleh dua instansi terkait berjumlah dua puluh Milar rupiah, masing-masing mendapatkan sepuluh miliar ,jadi pada tahun 2020 berjumlah dua puluh miliar rupiah,ujar Heatubun.

“Sedangkan untuk 2021 anggaran yang sama juga di kucurkan ,tapi sampai saat ini Dinas Kesehatan Kabupaten Seram Bagian Barat dan RSUD Piru belum bisa untuk mempertanggungjawabkan anggaran Covid -19 tahun 2020 dan angaran tahun 2021.

Heatubun berharap ada kerjasama yang baik dari Kejaksaan Hunipopu untuk segera menyelidiki masalah dana covid-19 ,yang dimana akan merugikan negara puluhan miliaran rupiah,tegasnya. (AB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: